ceritanet              situs karya tulis - edisi 217, senin 6 februari 2012

 

Tulisan lain

Penghujung Senja - Suhendri Cahya Purnama

Aku Berkisar Antara Mereka - Chairil Anwar

Kotaku, Kotamu, Kota Kita - Aminatul Faizah

Ciliwung - W.S. Rendra

Sungai Ciliwung Yang Miskin - Slamet Kirnanto

 

salju

 sampul
 sajak

 laporan
 cerpen

 novel
 memoar

 catatan
 foto

 edisi lalu
 kirim tulisan

 tentang ceritanet
 ikut mailing list

sajak Ibukota Senja
Toto S. Bachtiar (1951)
Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari
Antara kuli-kuli berdaki dan perempuan telanjang mandi

Di sungai kesayangan, o, kota kekasih
Klakson oto dan lonceng trem saling menyaingi
Udara menekan berat di atas jalan panjang berkelokan

Gedung-gedung dan kepala mengabur dalam senja
Mengurai dan layung-layung membara di langit barat daya

O, kota kekasih
Tekankan aku pada pusat hatimu
Ditengah-tengah kesibukanmu dan penderitaanmu

Aku seperti mimpi, bulan putih di lautan awan belia
Sumber-sumber yang murni terpendam
Senantiasa diselaputi bumi keabuan
Dan tangan serta kata menahan nafas lepas bebas

Menunggu waktu mengangkut maut

Aku tiada tahu apa-apa, di luar yang sederhana
Nyanyian-nyanyian kesenduan yang bercanda kesedihan
Menunggu waktu keteduhan terlanggar di pintu dinihari

Serta di keabadian mimpi-mimpi manusia

Klakson dan lonceng bunyi bergiliran
Dalam penghidupan sehari-hari, kehidupan sehari-hari

Antara kuli-kuli yang kembali
Dan perempuan mendaki tepi sungai kesayangan

Serta anak-anak berenangan tertawa tak berdosa
Di bawah bayangan samar istana kejang

Layung-layung senja melambung hilang
Dalam hitam malam menjulur tergesa

Sumber-sumber murni menetap terpendam
Senantiasa diselaputi bumi keabuan
Serta senjata dan tangan menahan nafas lepas bebas
O , kota kekasih setelah senja
Kota kediamanku, kota kerinduanku
***

ceritanet©listonpsiregar2000