ceritanet   situs karya tulis - edisi 215 jumat 9 desember 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

Dulu, suatu waktu, kau pernah berkata: "Lepaskan semua egomu, kau akan bertemu Tuhanmu. Ia hanya akan tersibak kala segala keberhalaanmu kau campakkan. Bahkan, untuk melafaskan namamu pun, kau tak kuasa. Manunggaling kawula gusti, dalam arti yang murni."
Merindu Purnama Suhendri Cahya Purnama

Kami lupakan lapar dengan perempuan
Bersusu hitam: daki dan mentari
Kami lupakan kesibukan kota
Derum mobil dan kapal terbang
Anak-anak berkejaran mengakhiri hari

Sepanjang Gunung Sahari Ajip Rosidi (1954) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

 

Ciliwung mengalir
dan menyindir gedung-gedung kota Jakarta
kerna tiada bagai kota yang papa itu
ia tahu siapa bundanya

CIliwung bagai lidah terjulur
Ciliwung yang manis tunjukkan lenggoknya

Ciliwung yang Manis W.S. Rendra (1955) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

BACA JUGA

Seribu Ayam untuk Tuhan - Imron Supriyadi

Sindang Laut - Ajip Rosidi

Sampur - Sugiarta Sriwibawa

Khaidir - Idrus F Shahab

Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Pengantar 1 - Liston P Siregar

Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Kata Pengantar - Ajip Rosidi

Greenwich

ceritanet©listonpsiregar2000