ceritanet   situs karya tulis - edisi 214 senin 21 november 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

sajak Sampur
Sugiarta Sriwibawa
(1956) Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Wahai dunia kenang berkatalah
pulas terbaring dalam sedekap tanganku
Akan menitis, sealun lagu di lunglai rambutku
Renyap berdenyut, betapa kuangguk tahu

Telah kubantah upah iman dengan curiga
Sekilas durjana dan pasi wajahku terjamah
Meleleh peluh kutunggu mahkamah
Kata-kata dalam ketuk terjaga

Akupun maklum, dan kucoba senyum
Kabur karena tanah-tanah ayunan kubur
Telapak-telapak gemersik dan mungkin mereka tak tahu
Langkah-langkah itu kulihat tegap, tapi terasa

Wahai dunia kenang, berkatalah
Hening selagi kudengar di lingkar kelam
Lagu yang jernih di luar camuk nafsuku
Menyusur batas, di sana segala tanyaku tenggelam
***

BACA JUGA

Seribu Ayam untuk Tuhan - Imron Supriyadi

Sindang Laut - Ajip Rosidi

Khaidir - Idrus F Shahab

Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Pengantar 1 - Liston P Siregar

Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Kata Pengantar - Ajip Rosidi

Teluk Jayakatera - Amir Hamzah

Pasar Ikan - Bahrum Rangkuti

London

ceritanet©listonpsiregar2000