novel memoar catatan foto
edisi lalu kirim tulisan tentang ceritanet ikut mailing list
Nanti, di penghujung sungai ini pada kelokan terakhir kebenaran akan berlabuh ... di bawah langit sekelam jelaga berbendera merah, hijau, lilin, dan pagar kawat berduri Khaidir Idrus F Shahab Dan setelah menikmatinya, saya putuskan untuk berbagi lewat ceritanet. Demi kemudahan, saya menyalin dengan menggunakan ejaan baru. Selebihnya sama persis dengan yang diterbitkan Dewan Kesenian Jakarta untuk memperingati ulang tahun Djakarta yang 445 pada tahun 1972. Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Pengantar 1 Liston P Siregar Dengan tidak mengindahkan adanya syair-syair dalam bahasa Melayu Cina tentang berbagai cerita yang terjadi di Jakarta, yang umumnya bersifat epik dan dengan demikian kurang menunjukkan hubungan pribadi penyair dengan kota itu, maka akan segera kelihatan bahwa sudah sejak jaman Pujangga Baru ada sajak ditulis tentang Jakarta. Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Kata Pengantar Ajip Rosidi. Ombak memecah di tepi pantai Angin berhembus lemah lembut Puncak kelapa melambai-lambai Di ruang angkasa awan bergelut Teluk Jayakatera Amir Hamzah (1941) - Djakarta Dalam Puisi Indonesia Senja sepoi melingkung Pasar Ikan, sinar lembut membuai tebaran kolam. Di sepanjang pantai dan pematang lena mengapung jung, tongkang, sekonar dan lancang kuning, letih pulang dari laut Pasar Ikan Bahrum Rangkuti (1948) - Djakarta Dalam Puisi Indonesia
Nanti, di penghujung sungai ini pada kelokan terakhir kebenaran akan berlabuh ... di bawah langit sekelam jelaga berbendera merah, hijau, lilin, dan pagar kawat berduri Khaidir Idrus F Shahab
Dan setelah menikmatinya, saya putuskan untuk berbagi lewat ceritanet. Demi kemudahan, saya menyalin dengan menggunakan ejaan baru. Selebihnya sama persis dengan yang diterbitkan Dewan Kesenian Jakarta untuk memperingati ulang tahun Djakarta yang 445 pada tahun 1972. Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Pengantar 1 Liston P Siregar
Dengan tidak mengindahkan adanya syair-syair dalam bahasa Melayu Cina tentang berbagai cerita yang terjadi di Jakarta, yang umumnya bersifat epik dan dengan demikian kurang menunjukkan hubungan pribadi penyair dengan kota itu, maka akan segera kelihatan bahwa sudah sejak jaman Pujangga Baru ada sajak ditulis tentang Jakarta. Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Kata Pengantar Ajip Rosidi.
Ombak memecah di tepi pantai Angin berhembus lemah lembut Puncak kelapa melambai-lambai Di ruang angkasa awan bergelut Teluk Jayakatera Amir Hamzah (1941) - Djakarta Dalam Puisi Indonesia
Senja sepoi melingkung Pasar Ikan, sinar lembut membuai tebaran kolam. Di sepanjang pantai dan pematang lena mengapung jung, tongkang, sekonar dan lancang kuning, letih pulang dari laut Pasar Ikan Bahrum Rangkuti (1948) - Djakarta Dalam Puisi Indonesia
BACA JUGA
Tiga jam lebih di Soekarno-Hatta dan Rokok - Liston P Siregar
Beri Aku Detakmu - Suhendri Cahya Purnama
Mari Bercerita Tentang Kakekku - Aminatul Faizah
Di Mana Kau Hujan - Mohamad Ulil Albab
Bang Jeck - Divo Utomo
ceritanet©listonpsiregar2000