ceritanet   situs karya tulis - edisi 213 senin 31 oktober 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

Nanti, di penghujung sungai ini
pada kelokan terakhir
kebenaran akan berlabuh
... di bawah langit sekelam jelaga
berbendera merah, hijau, lilin, dan pagar kawat berduri

Khaidir
Idrus F Shahab

Dan setelah menikmatinya, saya putuskan untuk berbagi lewat ceritanet. Demi kemudahan, saya menyalin dengan menggunakan ejaan baru. Selebihnya sama persis dengan yang diterbitkan Dewan Kesenian Jakarta untuk memperingati ulang tahun Djakarta yang 445 pada tahun 1972. Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Pengantar 1 Liston P Siregar

Dengan tidak mengindahkan adanya syair-syair dalam bahasa Melayu Cina tentang berbagai cerita yang terjadi di Jakarta, yang umumnya bersifat epik dan dengan demikian kurang menunjukkan hubungan pribadi penyair dengan kota itu, maka akan segera kelihatan bahwa sudah sejak jaman Pujangga Baru ada sajak ditulis tentang Jakarta. Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Kata Pengantar Ajip Rosidi.

Ombak memecah di tepi pantai
Angin berhembus lemah lembut
Puncak kelapa melambai-lambai
Di ruang angkasa awan bergelut
Teluk Jayakatera Amir Hamzah (1941) - Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Senja sepoi melingkung Pasar Ikan, sinar lembut
membuai tebaran kolam. Di sepanjang pantai dan pematang
lena mengapung jung, tongkang, sekonar dan lancang
kuning, letih pulang dari laut
Pasar Ikan Bahrum Rangkuti (1948) - Djakarta Dalam Puisi Indonesia

BACA JUGA

Tiga jam lebih di Soekarno-Hatta dan Rokok - Liston P Siregar

Beri Aku Detakmu - Suhendri Cahya Purnama

Mari Bercerita Tentang Kakekku - Aminatul Faizah

Di Mana Kau Hujan - Mohamad Ulil Albab

Bang Jeck - Divo Utomo

Arlington

ceritanet©listonpsiregar2000