ceritanet   situs karya tulis - edisi 213 senin 31 oktober 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

sajak Teluk Jayakatera
Amir Hamzah (1941) - Djakarta Dalam Puisi Indonesia

Ombak memecah di tepi pantai
Angin berhembus lemah lembut
Puncak kelapa melambai-lambai
Di ruang angkasa awan bergelut

Burung terbang melayang-layang
Serunai berseru, "adikku sayang"
Perikan berjanji, berimbang-imbang
Laut harapan hijau terbentang

Asap kapal bergumpal-gumpal
Melayari tasik lautan Jawa
Beta duduk berhati kesal
Melihat perahu menuju Samudera

Musyafir tinggal di tanah Jawa
Seorang diri sebatang kara
Hati susah tiada terkata
Tidur sekali haram cendera

Pikiranku melayang entah ke mana
Sekali ke timur sekali ke utara
Matamu memandang jauh ke sana
Di pertemuan air dengan angkasa

Di hadapanku hutan umurnya muda
Tempat asyik bertemu mata
Tempat masyuk melagukan cinta
Tempat bibir menyatukan anggota

Pikiranku lampau datang kembali
Menggoda kalbu menyusahkan hati
Gelak gadis membawakan rindu
Terkenangkan tuan ayuhai yayi

Teja ningsun buah hatiku
Lihatlah limbur mengusap gelombang
Ingatlah tuan masa dahulu
Adik guring di pangkuan abang?

***

BACA JUGA

Khaidir - Idrus F Shahab

Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Pengantar 1 - Liston P Siregar

Djakarta Dalam Puisi Indonesia, Kata Pengantar - Ajip Rosidi

Pasar Ikan - Bahrum Rangkuti

Tiga jam lebih di Soekarno-Hatta dan Rokok - Liston P Siregar

Beri Aku Detakmu - Suhendri Cahya Purnama

Arlington

ceritanet©listonpsiregar2000