novel memoar catatan foto
edisi lalu kirim tulisan tentang ceritanet ikut mailing list
Suatu malam ketika aku terkena demam tinggi, kakek menjagaku sepanjang hari dan malam. Ia tak luput dari pandangan mataku ketika aku membuka mata dan juga masih di pandangan mataku sampai aku menutup mata. Seperti di mesin ketiknya dulu. Beberapa hari aku terbaring di tempat tidur, dia mengelus keningku sembari membaca buku cerita berbahasa Belanda. Tapi tidak pada suatu malam. Ia menatapku mulai dari ujung kepalaku sampai ujung kakiku. Mari bercerita tentang kakekku Aminatul Faizah Di bawah selimut tebal Aku menyelinapkan kaki dan tubuh mungil di setiap lipatan tubuh Di setiap rebahan angin yang menggerakkan bulu kudukku Di sela-sela kesibukan, duh bagaimana, atapku bocor, Jemuran dan ketakutan-ketakutan karena air yang lain Di mana kau hujan Mohamad Ulil Albab
Suatu malam ketika aku terkena demam tinggi, kakek menjagaku sepanjang hari dan malam. Ia tak luput dari pandangan mataku ketika aku membuka mata dan juga masih di pandangan mataku sampai aku menutup mata. Seperti di mesin ketiknya dulu. Beberapa hari aku terbaring di tempat tidur, dia mengelus keningku sembari membaca buku cerita berbahasa Belanda. Tapi tidak pada suatu malam. Ia menatapku mulai dari ujung kepalaku sampai ujung kakiku. Mari bercerita tentang kakekku Aminatul Faizah
Di bawah selimut tebal Aku menyelinapkan kaki dan tubuh mungil di setiap lipatan tubuh Di setiap rebahan angin yang menggerakkan bulu kudukku Di sela-sela kesibukan, duh bagaimana, atapku bocor, Jemuran dan ketakutan-ketakutan karena air yang lain Di mana kau hujan Mohamad Ulil Albab
BACA JUGA
Bang Jeck - Divo Utomo Kucinta kau, selalu - Victor Immanuel Talahatu
Rusak Susu Sebelanga Karena Setitik News of The World - Liston P Siregar
ceritanet©listonpsiregar2000