ceritanet   situs karya tulis - edisi 211, senin 29 agustus 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

sajak Di Mana Kau Hujan
Mohamad Ulil Albab

Di bawah selimut tebal
Aku menyelinapkan kaki dan tubuh mungil di setiap lipatan tubuh
Di setiap rebahan angin yang menggerakkan bulu kudukku
Di sela-sela kesibukan, duh bagaimana, atapku bocor,
Jemuran dan ketakutan-ketakutan karena air yang lain
Di mana kau hujan, yang selalu dihujam sebagai penyebab kegagalan
Berlarian menghindar, menambah kecepatan kendaraan
Banyuwangi, 16,08,2011

Penantian
Bawakan aku secangkir hasratmu yang terpendam
Tuangkan ke dalam rindu yang mulai keropos ini
Tolong berikan walau hanya setetes biar aku dapat hidup dengan kesunyian ini
Aku masih menunggu di tempat yang pernah kita janjikan
Apakah kau sudah lupa
Biar semua berlalu hingga rindu mencekik raga
Banyuwangi, 16,08,2011

Sebuah awal yang begitu dekat
Awalnya saya ingin berbagi cerita tentang gadis antik yang barusan menyapa dengan seulas senyum indah.

Paras elok menggoda kewibawaanmu
Di hadapan publikpun kau tak peduli
Serentak namun perlahan mencoba ingin mendekat
Dengan segenap keberanian yang tersisa
Mencoba kau buktikan kehebatan, bahwa kau tidak seperti yang dikira
Namun asal kau tau, ini yang membuatmu runtuh ketika meluber dicela kata kata
Apalagi menyebar di setiap telinga yang mengenalmu
Untuk itu, siapkan seribu alasan membela dirimu yang basah
Jember, 02,05,2010

BACA JUGA

Mari Bercerita Tentang Kakekku - Aminatul Faizah

Bang Jeck - Divo Utomo

Kucinta kau, selalu - Victor Immanuel Talahatu

Rusak Susu Sebelanga Karena Setitik News of The World - Liston P Siregar

oxford

ceritanet©listonpsiregar2000