ceritanet   situs karya tulis - edisi 208, minggu 19 juni 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

sajak Negeri Di Balik Purnama
Suhendri Cahya Purnama

Marilah kita
bermain sejenak sahabat

Ketika
langit mulai menabiri wajahnya dengan tirai senja

Dan Tuhan
menaburi rahmatnya yang begitu luar biasa

Marilah kita
bermain sejenak sahabat

Saat petang
merambat dan surya berlahan menutup hari yang indah ini

Dan kau ada
di sana, memanggilku untuk bersama-sama menyanyikan kidung senja

Ditemani
dawai yang kau petik, kita pun menari

Cha…Cha…Cha…

Marilah kita
bermain sejenak sahabat

Tapi bukan
permainan dari negeri antah berantah

Permainan ini
adalah tentang sebuah negeri yang terluka

Bukan oleh musuh.
Bukan juga oleh para bajingan yang terlaknat

Negeri itu
terluka oleh tangan-tangan anaknya sendiri

Yang ia
besarkan dengan penuh cinta

Penuh kasih
berselimutkan semangat penghambaan untuknya

Berharap
akan ada madu yang nantinya ia tuai

Tapi apa
lacur, tubalah yang ia dapat

Marilah kita
bermain sejenak sahabat

Lupakan
sedetik saja urusan yang biasa engkau kerjakan

Entah itu
karirmu, keluargamu, atau kekasih hatimu

Karena
negeri itu telah ternoda

Betul-betul
telah ternoda hingga tak tersisa secuil pun kesucian pada dirinya

Jika masih
ada sedikit empati dalam hatimu, ikutlah aku dalam permainan ini

Sebuah permainan
yang melebur egomu

Melebur akalmu
bahkan melebur jiwamu

Dan ketika ego
akal dan jiwamu berpadu

Saat itulah negeri yang telah tercampak kehormatannya itu
akan bersinar terang laksana purnama

Marilah kita
bermain sejenak sahabat

Percayalah padaku
tak akan lama

Bersama kita
rintis jalan menuju negeri di balik purnama
***

BACA JUGA

Indonesia Satu, Dua, Tiga - Yudistio Ismanto

Aku - Rama Yunalis Oktavia

Ketika Hampir Mati, Aku - Eliakim Sitorus

Hujan - Aminatul Faizah

Salah Siapa - Mohamad Ulil Albab

Catatan Kecelakaan Sepeda - Liston P Siregar

Herne Bay

ceritanet©listonpsiregar2000