ceritanet   situs karya tulis - edisi 208, minggu 19 juni 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

sajak Aku
Rama Yunalis Oktavia

Aku kembali menulis
Menggurat irama kata
Berpacu dalam neuron-neuron otak
Menciptakan simponi rasa

Aku kembali menulis
Lincah jemarii dalam tuts hitam
Menari gemulai tanpa henti
Menciptakan asa jiwa

Aku kembali menulis
Dalam dunia yang hanya ada aku dan Dia
Terbenam dalam pusaran waktu yang terus berputar
Tanpa ada palang dan silang

Aku kembali menulis
Seperti muntah yang tak terbendung
Mengeluarkan semua isi perut tanpa permisi
Untuk kelegaan hati

Gelisah
Menebak apa yang aku cari
Apakah gerangan yang bisa menentramkan hati ini?

Aku, Lagi
Dan seperti kapas yang terhempas dari cangkangnya
Melayang tanpa mengerti arah kompas
Hembusan angin menerjang tak berperi

Terjatuh dalam lumpur lengket
Menggeliat lekat tak tersentuh
Berlumur basah

Kosong tanpa tatapan
Menerobos sukma yang tertinggal
Seperti kudis yg tak kunjung sembuh

Kertas yang tak tersentuh jari
Terkoyak gesekan tinta yg mengering
Menjadi kelam tanpa makna

Asa tuk hijrah seperti nabi
Kemuliaan tempat yg menjadi tujuan
Berpulang pada kesucian
Menghapus kegelisan jiwa

BACA JUGA

Indonesia Satu, Dua, Tiga - Yudistio Ismanto

Negeri Di Balik Purnama - Suhendri Cahya Purnama

Ketika Hampir Mati, Aku - Eliakim Sitorus

Hujan - Aminatul Faizah

Salah Siapa - Mohamad Ulil Albab

Catatan Kecelakaan Sepeda - Liston P Siregar

Herne Bay

ceritanet©listonpsiregar2000