ceritanet   situs karya tulis - edisi 207, sabtu 21 mei 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

sajak Salah Siapa
Mohamad Ulil Albab

Di tanah gersangpun kau sempat memanjakan diri dengan sebongkah es
Tak kau berikan aku minum hHingga sekejap es lenyap di permukaan mulut
Salah siapa, tak bersabar hidup dengan kekeringan

Hah, ada juga adik kakak sedang  sempat berbagi canda tawa
Ada pula yang sedang berebut minum susu dari ibunya
Salah siapa tak kau ajarkan aku tentang kesabaran

Aku tak ingin hidup di dunia penuh kesalahan dahulu

Aku tak ingin hidup ketika hHarga garampun mMampu menghabiskan hasil kerja buruh sehari

Salah siapa hingga kau perlambat kematian ini
 Jember, , 29,04,2011

Pena Darah

Bercak kecil menghunuskan kemaluan
Seekor kodok menari di atas pena darah
Loncat menemukan ketakutannya

Si kapak berkuda bergoyang mengitari tangisan
Merinding dengan tingkah laku sendiri

Aturan yang dahulu telah mengutuk
Dan si dadu kecil bergulling mencari rezeki

Tterkapar hingga membusungkan dada
Banyuwangi, 22,04,2011

Pemberi Takdir

Mendadak
aroma
memanja indra

Merasuk
pori
tubuh

Entah
akupun begitu

Serentak 
paru-paru
berhenti

Sesak

Ribuan belati
menjamah
tubuh

Teriak

Gema
lekuk
penari telanjang

Teluhpun
menyebar
telinga hedonis

Ketakutan
kenikmatan hidup

Tuhan
pemberi takdir
 Jember,31,03,2011. 1400

BACA JUGA

Ketika Hampir Mati, Aku - Eliakim Sitorus

Hujan - Aminatul Faizah

Catatan Kecelakaan Sepeda -
Liston P Siregar

Lelaki Gelisah Mengeja Nafas -
Dieqy Hasby Widhana

Obrolan Mayat-mayat - Presiden
Hayat

Mari Bicara Tentang Cinta
yang Mengawang
- Suhendri
Cahya Purnama

LIHAT/DENGAR

Brgihton2011

KOMENTAR

ceritanet©listonpsiregar2000