ceritanet   situs karya tulis - edisi 206, selasa 3 mei 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

sajak Lelaki Gelisah Mengeja Nafas
Dieqy Hasby Widhana

kau daki gelombang risau
kala mentari terlalu ranum melahirkan silau

sekolah anak,
gizi kedua bayi,
hutang membiak,
tunggakan listrik,
dan sebagainya,
dan

menumpuk sesak aliran darah

pencarian upah layak selalu melemparmu jauh ke pundi sesal
lalu kau seret kedua bangkai sandal busukmu
menyusuri kemarau kota sembari mengibarkan tangan kanan yang terlentang
hatimu bernama dataran yang bergumul sesak jerami
rapuh berbunga resah

resonansi gersang lirih memuntahkan sesal,
“jika nanti anakku tumbuh besar
semoga mereka tak putus asa menimang cemooh
dari ribuan temannya,
kelak”

Jember, 27032011

aku dan purnama

bagai sepasang kekasih yang terlahir kembali
tak mengenal, malu saling sapa
padahal puluhan tahun kami akrab tanpa perkenalan

entah sembunyi di mana ribuan bintang itu
aku rasa mereka sedang sibuk
menyembunyikan gigil dalam pelukan angin malam

hanya satu harapku, mentari melupa jalan pulang
atau sedikit berkompromi dengan birokrasi memohon cuti

wahai purnama,
gundukan bulatmu mengusir resah akan bulatan yang lain

Jember, 28032011


pergilah

gelisah bertubuh langsing mendobrak ramah bait jendela mimpiku
deg    deg   deg 
deg degdegdeg

berjalan pelan bertempo menggilas hening di antara kegelapan
pergilah, jangan menatapku tanpa mata lagi

Jember, 29032011

BACA JUGA

Catatan Kecelakaan Sepeda - Liston P Siregar

Obrolan Mayat-mayat - Presiden Hayat

Mari Bicara Tentang Cinta yang Mengawang - Suhendri Cahya Purnama

Merenung Energi Nuklir - Liston P Siregar

Ojek ke Surga - Ronny P Sasmita

LIHAT/DENGAR

KOMENTAR

ceritanet©listonpsiregar2000