ceritanet   situs karya tulis - edisi 205, selasa 5 aprril 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan

foto

edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

 

Di taman makam pahlawan ini kita saling berbagi kebohongan yang telah kita lakukan menceritakan rahasia-rahasia yang tak lagi menjadi rahasia menertawai si pengecut, cecunguk yang meringkuk di balik seragam gagah kita tersenyum kecut mengingat siasat divide et impera Obrolan Mayat-mayat Presiden Hayat

Rumput hijau yang kududuki itu memang istimewa. Hijau, lembut dan terbebas dari rasa lembab. Bertebaran dalam pola lingkaran dan terbagi atas empat bagian, terpisahkan tanda (+) yang memagarinya begitu sempurna. Bangunan-bangunan di sekitarnya pun tak kalah istimewa. Konon dirancang oleh para arsitektur kawakan dari negeri kaum samurai. Bertingkat lima dengan dua buah menara yang gayanya tak kutahu. Tapi melihatnya jadi mengingatkanku akan cerita menara Babylonia yang luruh ke bumi karena keangkuhan para dewa yang tersinggung. Mari Bicara Tentang Cinta yang Mengawang Suhendri Cahya Purnama

BACA JUGA

Merenung Energi Nuklir - Liston P Siregar

Ojek ke Surga - Ronny P Sasmita

Orang-orang Sisa Kekalahan - Dieqy Hasbi Widhana

LIHAT/DENGAR

Hong Kong

KOMENTAR

ceritanet©listonpsiregar2000