ceritanet   situs karya tulis - edisi 201, selasa 18 januari 2011  sampul
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
catatan
foto
edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list



Ia, kata orang-orang, tidaklah terlahir dari negeri ini. Di negeri di mana kuli diangkat jadi raja dan berperangai seperti kuli. Negeri tempat kebajikan mudah ditemukan. Tapi hanya untuk ditukar dengan sekantung berlian dan sekeranjang uang. Ia, kata orang-orang, terlahir dari negeri sejuta pemikiran. Suatu tempat ketika Tuhan untuk pertama kalinya menabur segantang harapan. Bahwa ciptaannya kelak, suatu saat, akan mengharapkan hadirnya Tuhan. Bukan untuk surga dan neraka yang dijanjikan, tapi untuk cinta. Hanya untuk cintanya! Yang Tersentuh dan Terindera Oleh Jiwa-jiwa Merindu Suhendri Cahya Purnama

Bertubuh Langsing, perut rata, kaki panjang, dengan paras cantik, sekilas Sara tampak seperti foto model ternama. Tapi sosok molek yang bernama Sara itu adalah seorang laki-laki. Waktu itu, pukul 04.00 pagi, aku beranjak dengan amat berat dari tempat tidur. Siapapun akan malas untuk untuk bangun dan mandi sepagi itu, walau amat banyak orang yang berhasil memaksa diri. Subuh itu aku temasuk salah satunya. Hari itu aku harus mendapatkan foto waria-waria yang sering mangkal di daerah Taman Lawang. Panggil Aku Sara Ani Mulyani

 

BACA JUGA

Matahari, Bulan dan Gugusan Bintang - Aminatul Faizah

Neraka Level 13 - Presiden Hayat

Srikandi di Line A - Rama Yunalis Oktavia

LIHAT/DENGAR

foto

KOMENTAR

ceritanet©listonpsiregar2000