Ia, kata orang-orang, tidaklah terlahir dari negeri ini. Di negeri di mana kuli diangkat jadi raja dan berperangai seperti kuli. Negeri tempat kebajikan mudah ditemukan. Tapi hanya untuk ditukar dengan sekantung berlian dan sekeranjang uang. Ia, kata orang-orang, terlahir dari negeri sejuta pemikiran. Suatu tempat ketika Tuhan untuk pertama kalinya menabur segantang harapan. Bahwa ciptaannya kelak, suatu saat, akan mengharapkan hadirnya Tuhan. Bukan untuk surga dan neraka yang dijanjikan, tapi untuk cinta. Hanya untuk cintanya! Yang Tersentuh dan Terindera Oleh Jiwa-jiwa Merindu Suhendri Cahya Purnama Bertubuh Langsing, perut rata, kaki panjang, dengan paras cantik, sekilas Sara tampak seperti foto model ternama. Tapi sosok molek yang bernama Sara itu adalah seorang laki-laki. Waktu itu, pukul 04.00 pagi, aku beranjak dengan amat berat dari tempat tidur. Siapapun akan malas untuk untuk bangun dan mandi sepagi itu, walau amat banyak orang yang berhasil memaksa diri. Subuh itu aku temasuk salah satunya. Hari itu aku harus mendapatkan foto waria-waria yang sering mangkal di daerah Taman Lawang. Panggil Aku Sara Ani Mulyani
Ia, kata orang-orang, tidaklah terlahir dari negeri ini. Di negeri di mana kuli diangkat jadi raja dan berperangai seperti kuli. Negeri tempat kebajikan mudah ditemukan. Tapi hanya untuk ditukar dengan sekantung berlian dan sekeranjang uang. Ia, kata orang-orang, terlahir dari negeri sejuta pemikiran. Suatu tempat ketika Tuhan untuk pertama kalinya menabur segantang harapan. Bahwa ciptaannya kelak, suatu saat, akan mengharapkan hadirnya Tuhan. Bukan untuk surga dan neraka yang dijanjikan, tapi untuk cinta. Hanya untuk cintanya! Yang Tersentuh dan Terindera Oleh Jiwa-jiwa Merindu Suhendri Cahya Purnama
Bertubuh Langsing, perut rata, kaki panjang, dengan paras cantik, sekilas Sara tampak seperti foto model ternama. Tapi sosok molek yang bernama Sara itu adalah seorang laki-laki. Waktu itu, pukul 04.00 pagi, aku beranjak dengan amat berat dari tempat tidur. Siapapun akan malas untuk untuk bangun dan mandi sepagi itu, walau amat banyak orang yang berhasil memaksa diri. Subuh itu aku temasuk salah satunya. Hari itu aku harus mendapatkan foto waria-waria yang sering mangkal di daerah Taman Lawang. Panggil Aku Sara Ani Mulyani
BACA JUGA
Matahari, Bulan dan Gugusan Bintang - Aminatul Faizah
Neraka Level 13 - Presiden Hayat
Srikandi di Line A - Rama Yunalis Oktavia
LIHAT/DENGAR
KOMENTAR