<%@LANGUAGE="JAVASCRIPT" CODEPAGE="1252"%> ceritanet

    ceritanet   situs karya tulis - edisi 200, senin 3 januari 2011                  

sampul
sajak
laporan
cerpen

novel
memoar
catatan
foto
edisi lalu
kirim tulisan
tentang ceritanet
ikut mailing list

Neraka level 13
Presiden Hayat

Kemiskinan sudah melontarkan mereka ke neraka level 13
kalau mereka menangis dan putus asa
mereka akan menuju neraka level 99
setiap bangun pagi tiga pilihan
tertawa, menangis atau tidak melanjutkan hidup yang melelahkan
dan
malaikatpun iri pada mereka yang memilih tertawa

Tragedi Sumiyati
Dukacita yang super pahit lagi-lagi harus kami telan
berujud kapsul berisi tangis sumiyati
yang igunting mulutnya digunting iblis
berderet-deret tragedi sejenis
bertambah panjang kegagalan negara
membiakkan banalitas kekerasan
membantai kemanusiaan hingga terancam punah
kalau di otak kita sudah menganggap biasa majikan menyiksa pembantunya
menganggap wajar tentara menyiksa pesakitannya
maling digebuki sampai mampus
demonstran ditembaki
ketika hati nurani dan pikiran tak mampu menangkalnya
hati-hati
mungkin kita sudah dibaiat masuk sekte pemuja kekerasan yang menyebabkan punahnya kemanusiaan

Grrrrrrhhhhh!
Enak saja orang-orang yang punya sekarung uang itu mengencingi sistem hukum kita, menjijikkan, dan di dalam penjarapun mereka bisa plesiran sementara orang miskin hidup lebih buruk dari anjing namun orang menganggap biasa dan merasa nyaman diam berpikir itu bukan tugasnya walaupun ini keterlaluan bung karena kita semua ternyata warga gombal

Pernikahan
Pernikahan kau jadikan kuburan cinta
makam kenangan indah yang kau buat waktu ta'aruf
lupakan janji akan bersama dalam duka di hadapan Tuhan
pernikahan seharusnya menjadi penguat rasa rindu
selalu sama-sama membutuhkan
selalu sama-sama kangen
sama-sama selalu...

BACA JUGA

Matahari, Bulan, dan Gugusan Bintang - Aminatul Faizah

Srikandi di Line A - Rama Yunalis Oktavia

Sehabis Hujan Rumah Kita - Bambang Saswanda Harahap

Telepon, pertanda alamat bingung -
Liston P. Siregar

LIHAT/DENGAR

KOMENTAR

ceritanet©listonpsiregar2000