sampul | cerpen | sajak | novel | esei | laporan | memoar | terbitan | komentar

edisi pertama Sabtu 25 November 2000

                                                                                                                                           tentang ceritanet                         
situs nir-laba untuk karya tulis
ceritanet

cerpen Daging Rendang di 36 G
Liston Siregar

Romo, seorang PhD Politik Timur Tengah asal Solo, tak suka makanan pesawat terbang, makanya dia berencana bawa bekal sendiri ; nasi plus lauk rendang untuk perjalanan dari Jakarta ke London. Di dalam pesawat, di angkasa raya kira-kira di atas daratan Asia Selatan, ia buka lauk rendang dan nasinya di meja. Orang yang duduk di sebelah ngeliatin dan malah minta --dia panggil pramugarinya, dan nyuruh makanan pesawat ditarik kembali. Eh yang di kursi belakang mencium bau rendangnya, melongok, dan ikut minta juga --dia teriak lagi manggil pramugari untuk menarik makanan pesawat.

Orang di sebelah kursi yang di belakang tadi itu kaget, ''lho kok aromanya enak''. Iapun memanggil pramugari, minta menu yang sama. Tapi pramugarinya bilang lha itu bukan menu pesawat ; ''sana tuh minta sama yang duduk di 36 G." Tapi rendangnya Romo sudah habis, dan orang itu protes keras mukul-mukul sendok dan piring plastik pemberian pesawat. Dua orang anak Amerika, berusia sepuluh dan delapan tahun, yang sedang dalam perjalanan liburan yang bosan duduk terpaku di pesawat langsung semangat ''wah ini baru jalan -jalan ,'' dan mereka ikut menimpali gendang sendok dan piring plastik ala si bapak yang protes tadi. Sayangnya seorang kakek tua yang sedang berusaha tidur malah terbangun. Dia marah-marah sama kedua anak itu, cuma cara marah-marahnya keterlaluan, karena pakai sumpah serapah segala. Turun tanganlah ibu kedua anak yang membalas caci maki si kakek tua yang dianggapnya kurang ajar. Pramugari pun sibuk melerai. Semua orang menyaksikan insiden itu --termasuk si Romo.

Saat itulah orang yang duduk di sebelah yang duduk di belakang kursi Romo tadi mencuri rendang, dan dia pun tenang. Romo habis menonton perkelahian antra si ibu dan bapak tua, yang berhasil dilerai si pramugari, balik ke kursinya, menemukan nasi rendangnya sudah tandas. ''Oalah, baru makan sedikit sudah lenyap.''
***

Sepekan kemudian, akibat pengalaman daging rendang itu, orang yang duduk di sebelah kursi belakang Romo --yang protes pakai sendok dan piring plastik sebelum nyuri rendang-- jadi mikir. "Ah bawa makanan Inggris ah". Dibawanyalah kentang goreng plus ikan alias fish'n chips, dan ia sengaja minta kursi 45 D --yang persis di tengah biar semua orang mencium aromanya. Cilakanya di sebelah kirinya duduk cewek Italia asal Sisilia, sedang di sebelah kanan pasangan suami istri Spanyol asal Barcelona.

Begitu tiba jam makan, si pencuri rendang yang dulu itu langsung menolak makanan pesawat, dan dia buka fish'n chips. Dia tuangkan cuka ke atas kentang gorengnya, dan langsung si cewek Sisilia dan pasangan Barcelona muntah-muntah. Penumpang di kursi depan --pemegang paspor Rumania-- terkena muntahan dan marah-marah ke si cewek Italia, dan si cewek Italia yang merasa malah diserang secara aroma makanan amis dari sebelah, dan diserang secara omongan kasar dari depan jadi naik pitam. Langsunglah mendidih darah Sisilianya dengan teriak-teriak sama pramugari sampai pilot mendengar. Pilot kepala menyuruh co-pilotnya keluar untuk mengamankan. Si co-pilot, asal London Timur, keluar dari cockpit dan menyaksikan cewek Sisilia sedang menunjuk barisan pramugari sambil teriak-teriak ala mafia Sisilia. Maka co-pilot pun berusaha menenangkan, untung orang Sisilia ; "kasih saja anggur merah kelas satu," pikirnya, dan ia menggandeng si cewek Sisilia yang berambut pirang tadi ke cockpit, duduk tenang sambil minum anggur merah Chateau of Bourbon keluaran 1986.

Melihat perlakuan kepada si cewek Italia, pasangan Spanyol langsung marah-marah gaya Barcelona dan minta pindah ke cockpit. Pilot bingung karena di cockpit semua kursi sudah penuh, termasuk kursi cadangan yang sudah diduduki sama cewek Italia. Dia pun keluar, menarik tangan co pilot dan berteriak ke pasangan Barcelona, di hadapan seluruh penumpang. ''Kalau kalian mau masuk ke sana, hayo masuk sana, biar saya dan co pilot keluar dan ada dua kursi di sana. Hayo cepat kalian masuk ke cockpit,'' pekiknya.

Giliran penumpang lain yang marah-marah --sesuai dengan gaya masing-masing-- sama pasangan Barcelona karena dianggap membahayakan nyawa seluruh penumpang, dan awak pesawat. Kali ini pramugari yang turun tangan dengan mengajak pasangan Barcelona ke ruang pramugari di ujung ekor pesawat, juga dapat anggur merah, tapi cuma buatan Boulogne Wine Factory, keluaran 1999. Barulah suasana tenang, dan si pencuri rendang yang membawa fish n'chips itu minta tolong agar bekas muntahan dibersihkan sebelum dia nikmati lagi fish'n chips dengan lahap.

***

Sebenarnya seorang ibu asal Tunisia yang duduk di belakang pembawa fish'n chips agak keberatan juga dengan bau cuka. Cuma ibu berkerudung itu diam saja berhubung kuatir kalau terjadi lagi kehebohan yang baru saja ia saksikan. Lagipula anggur merah --buatan apapun dan tahun berapapun-- haram hukumnya. ''Sudahlah, semua orang kan punya hak untuk memilih makanan sendiri,'' kata ibu itu di dalam hatinya, sambil menelan kembali ludah kental yang nyaris terloncat keluar dari mulutnya.
***

ceritanet
situs nir-laba untuk karya tulis                                                    

 

kirim karya tulis
©listonpsiregar2000