cerpen Daging
Rendang di 36 G
Liston
Siregar
Romo, seorang PhD Politik
Timur Tengah asal Solo, tak suka makanan pesawat terbang, makanya dia
berencana bawa bekal sendiri ; nasi plus lauk rendang untuk perjalanan
dari Jakarta ke London. Di dalam pesawat, di angkasa raya kira-kira
di atas daratan Asia Selatan, ia buka lauk rendang dan nasinya di meja.
Orang yang duduk di sebelah ngeliatin dan malah minta --dia panggil
pramugarinya, dan nyuruh makanan pesawat ditarik kembali. Eh yang di
kursi belakang mencium bau rendangnya, melongok, dan ikut minta juga
--dia teriak lagi manggil pramugari untuk menarik makanan pesawat.
Orang di sebelah kursi yang
di belakang tadi itu kaget, ''lho kok aromanya enak''. Iapun memanggil
pramugari, minta menu yang sama. Tapi pramugarinya bilang lha itu bukan
menu pesawat ; ''sana tuh minta sama yang duduk di 36 G." Tapi
rendangnya Romo sudah habis, dan orang itu protes keras mukul-mukul
sendok dan piring plastik pemberian pesawat. Dua orang anak Amerika,
berusia sepuluh dan delapan tahun, yang sedang dalam perjalanan liburan
yang bosan duduk terpaku di pesawat langsung semangat ''wah ini baru
jalan -jalan ,'' dan mereka ikut menimpali gendang sendok dan piring
plastik ala si bapak yang protes tadi. Sayangnya seorang kakek tua
yang sedang berusaha tidur malah terbangun. Dia marah-marah sama kedua
anak itu, cuma cara marah-marahnya keterlaluan, karena pakai sumpah
serapah segala. Turun tanganlah ibu kedua anak yang membalas caci maki
si kakek tua yang dianggapnya kurang ajar. Pramugari pun sibuk melerai.
Semua orang menyaksikan insiden itu --termasuk si Romo.
Saat itulah orang yang duduk di sebelah yang duduk di belakang kursi
Romo tadi mencuri rendang, dan dia pun tenang. Romo habis menonton perkelahian
antra si ibu dan bapak tua, yang berhasil dilerai si pramugari, balik
ke kursinya, menemukan nasi rendangnya sudah tandas. ''Oalah, baru makan
sedikit sudah lenyap.''
***
Sepekan kemudian, akibat pengalaman daging
rendang itu, orang yang duduk di sebelah kursi belakang Romo --yang
protes pakai sendok dan piring plastik sebelum nyuri rendang-- jadi
mikir. "Ah bawa makanan Inggris ah". Dibawanyalah kentang
goreng plus ikan alias fish'n chips, dan ia sengaja minta kursi 45
D --yang persis di tengah biar semua orang mencium aromanya. Cilakanya
di sebelah kirinya duduk cewek Italia asal Sisilia, sedang di sebelah
kanan pasangan suami istri Spanyol asal Barcelona.
Begitu tiba jam makan, si pencuri rendang yang dulu itu langsung menolak
makanan pesawat, dan dia buka fish'n chips. Dia tuangkan cuka ke atas
kentang gorengnya, dan langsung si cewek Sisilia dan pasangan Barcelona
muntah-muntah. Penumpang di kursi depan --pemegang paspor Rumania-- terkena
muntahan dan marah-marah ke si cewek Italia, dan si cewek Italia yang
merasa malah diserang secara aroma makanan amis dari sebelah, dan diserang
secara omongan kasar dari depan jadi naik pitam. Langsunglah mendidih
darah Sisilianya dengan teriak-teriak sama pramugari sampai pilot mendengar.
Pilot kepala menyuruh co-pilotnya keluar untuk mengamankan. Si co-pilot,
asal London Timur, keluar dari cockpit dan menyaksikan cewek Sisilia
sedang menunjuk barisan pramugari sambil teriak-teriak ala mafia Sisilia.
Maka co-pilot pun berusaha menenangkan, untung orang Sisilia ; "kasih
saja anggur merah kelas satu," pikirnya, dan ia menggandeng si cewek
Sisilia yang berambut pirang tadi ke cockpit, duduk tenang sambil minum
anggur merah Chateau of Bourbon keluaran 1986.
Melihat perlakuan kepada si cewek Italia,
pasangan Spanyol langsung marah-marah gaya Barcelona dan minta pindah
ke cockpit. Pilot bingung karena di cockpit semua kursi sudah penuh,
termasuk kursi cadangan yang sudah diduduki sama cewek Italia. Dia
pun keluar, menarik tangan co pilot dan berteriak ke pasangan Barcelona,
di hadapan seluruh penumpang. ''Kalau kalian mau masuk ke sana, hayo
masuk sana, biar saya dan co pilot keluar dan ada dua kursi di sana.
Hayo cepat kalian masuk ke cockpit,'' pekiknya.
Giliran penumpang lain yang marah-marah --sesuai dengan gaya masing-masing--
sama pasangan Barcelona karena dianggap membahayakan nyawa seluruh penumpang,
dan awak pesawat. Kali ini pramugari yang turun tangan dengan mengajak
pasangan Barcelona ke ruang pramugari di ujung ekor pesawat, juga dapat
anggur merah, tapi cuma buatan Boulogne Wine Factory, keluaran 1999.
Barulah suasana tenang, dan si pencuri rendang yang membawa fish n'chips
itu minta tolong agar bekas muntahan dibersihkan sebelum dia nikmati
lagi fish'n chips dengan lahap.
***
Sebenarnya seorang ibu
asal Tunisia yang duduk di belakang pembawa fish'n chips agak keberatan
juga dengan bau cuka. Cuma ibu berkerudung itu diam saja berhubung
kuatir kalau terjadi lagi kehebohan yang baru saja ia saksikan. Lagipula
anggur merah --buatan apapun dan tahun berapapun-- haram hukumnya.
''Sudahlah, semua orang kan punya hak untuk memilih makanan sendiri,''
kata ibu itu di dalam hatinya, sambil menelan kembali ludah kental
yang nyaris terloncat keluar dari mulutnya.
***