ceritanetsitus karya tulis, edisi 199 kamis 101118
ikut mailing list
Aku tidak memaksamu untuk menggemetarkan bibir sujud kepada angin yang tajam yang harus kau tahu Kita adalah bagian yang terpasung dari musim yang tak pernah kita pinta lekaslah bangkit banyak di jalanan cahaya matahari yang gratis untuk kita tanak menunggu kiamat. Sehabis Hujan Rumah Kita Bambang Saswanda Harahap