ceritanetsitus karya tulis, edisi 199 kamis 101118

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
catatan
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

“Sapta monitor, Sapta monitor”, teriakku pada HT memanggil ketua tim.
“Di copy, Bu Kikan”, suara Sapta di seberang.
“Sapta, tolong speed mesin packaging dinaikkan jadi 75 dan speed conveyor kamu naikkan jadi 80 ya, mesin B belum ada progress”, perintahku pada Sapta.
“75, Bu?” Sapta ragu menjawab perintahku.
“Untuk sementara saja, kamu ikut juga, suruh sebagian operator ikut packing, helper diatur lagi,ok, daripada WIP menumpuk, speed process aku akan minta Pak Satya turunkan juga, ok!”, tegasku kembali pada Sapta.
“Baik, Bu”, jawab Sapta.

Srikandi di Line A Rama Yunalis Oktavia

Aku tidak memaksamu untuk menggemetarkan bibir sujud kepada angin yang tajam yang harus kau tahu Kita adalah bagian yang terpasung dari musim yang tak pernah kita pinta lekaslah bangkit banyak di jalanan cahaya matahari yang gratis untuk kita tanak menunggu kiamat. Sehabis Hujan Rumah Kita Bambang Saswanda Harahap

ceritanet©listonpsiregar2000