sajak Menjemput Ramadan
Presiden Hayat
Bulan sebentar lagi jatuh di sajadah
Disajikan
Agar dipunguti orang-orang yang merunduk merendah
Yang membela orang-orang kalah
Kunang-kunang pun mengirim terang bagi jiwa-jiwa yang ingin bebas
Terbang mengikuti-Nya
Ramadan
Seringkali aku enggan
Bahkan takut mati
Meninggalkan hangatnya kesenangan
Yang memeluk erat
Di bulan Ramadan
Aku siap
Kalau Kau memanggil
Tapi ada raja
Reformatlah jiwaku
Utuslah malaikat untuk melenyapkan koreng-korengnya
Agar Kau tidak memalingkan muka
Saat ku menghadap
Budak Waktu
Kita adalah budak waktu
Terputar ke dalam pusarannya
Terayun-ayun dan tenggelam, kalau tangan waktu tak membebaskan
Sebelum nafas terakhir terenggut
Ulurkanlah rantingMu
Ricuh
Ruangan ini sudah penuh dengan egomu
Hai gadis manis bermata curiga
Kesabaran terhimpit dan hampir kehabisan nafas
Kehangatan mengendap-endap pergi
Akupun melayang terbang
Terbawa seloka hati
Diceburkan pelangi di bawah gerojokan air terjun bermata lima
***
Saya yang Lalu, Dia yang Sekarang dan Kamu
Aminatul Faizah
Ustadz dan Maling
Imron Supriyadi