ceritanetsitus karya tulis, edisi 190 kamis 100422

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

Pernahkah kau terbayang akan terlahir dalam sebuah sosok yang menakutkan: sebagai penjagal nyawa dan penghempas asah. Hanya mendengar suaramu mereka takut akan kematian. Tapi setidaknya aku beruntung masih bisa berkawan dengan melati, mawar, dan kenanga. Tiga perawan indah namun nista yang mengiringi perpisahan yang menyakitkan. Bagaimana mungkin mereka tak berduka? Sedang berpuluh-puluh buliran itu tergerai jatuh tiada harganya di sana. Nyanyian Gagak Aminatul Faizah

E.B. Taylor mendefinisikan agama sebagai the belief in supernatural beings. Definisi ini tentu masih sangat sederhana dan meninggalkan banyak pertanyaan. Gerakan radikalisme dan fundamentalisme agama tidak dapat dipungkiri kadang terjebak pada pemahaman definisi agama yang sempit semacam ini. Agama menurut para pengikutnya tentu tidak sekedar keyakinan yang menghubungkan manusia dengan sesuatu yang gaib. Menguak Logika Terorisme Gendhotwukir

Kedatangan Fetty di rumah konrakan kontan saja mengundang banyak pertanyaan. Fetty dan Tia sempat satu malam menginap di rumah kontrakanku dengan status tidak jelas, begitulah normanya, walaupun Tia bukan orang asing karena sudah sering nongkrong di kontrakan bersama teman-teman LPM. “Lif, kamu tidak bisa menyimpan WTS itu di rumah kontrakanmu. Ini akan menjadi aib!” Pak RT menegurku keras. Maling dan Ustadz Imron Supriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000