ceritanetsitus karya tulis, edisi 188 kamis 100304

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sajak Ku Kepadamu
Dewi Penyair

demikian aku menyimpan rasa cemburu pada waktu-waktu punyamu yang tak bersamaku setelah kutahan-tahankan perasaanku dengan menyimak semua tulisan-tulisanmu agar aku selalu percaya bahwa cintamu adalah kepunyaanku dan ertahun lamanya engkau mengendap di kepalaku menjadi pikiran di tiap siang malamku karena aku sadar benar mencintaimu adalah tantangan yang bisa membawaku berputar pada pusaran tak kenal arah dan aku juga sadar mencintaimu adalah hal terindah dari semuayang ada di langit maha luas ini: sesungguhnya dari sejak mula jatuhcinta rasa cintaku padamu tak pernah padam meski banyak hal berusaha memaksa untuk memadamkan dan menghilangkannya tapi aku ikat kuat di lubuk hati yang paling dalam, aku jaga jiwa dan seluruhmu tetap hidup dan tetap aku rindukan selama napasku masih ada, selama cahayamu tetap kujaga ada di seluruh penglihatanku.
:
jika hidup harus tak mengenal wajahmu, berharap aku tak punya rasa cinta yang terbit untuk siapapun juga
(Bandung, January 2010)

Rasaku Saat Menunggumu

alangkah telah aku rasakan bagaimana sepinya tanpa ada engkau disini, begitu sunyi sepanjang malamku ketika dingin di luar sana sempatmengigilkan sebagian tubuhku dan sesungguhnya tak ada yang bisa kuperbuat saat rindu dalam dada kuat membuncah sementara engkau berada jauh disana hingga aku hanya bisa menyusut airmata, meratakannya di kedua pipi menepikan alangkah rindunya telinga mendengar suaramu bercerita tentang rumah impian kita, bicara tentang senja di tepi pantai yang gambarnya akan kita bingkai di dinding kamar pengantin kita, bicara masa depan kita kita: alangkah berwarna dunia di sekeliling ketika ingatanku cuma engkau dan jiwaku berada di dekatmu dengan sadar atau tidak sadarmu dan semoga engkau merasakan rasaku saat menunggumu agar penantian cepat usai dan aku selamanya ada dalam pelukmu.
(Maitri, January 2010)

31 tahun bersama Ibu
Ani Mulyani

Motor Butut dan Pengemis
Wien Pengembara

Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000