ceritanetsitus karya tulis, edisi 187 selasa 100216

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sekarang saatnya kita pulang sebelum hutan-hutan dipadamkan malam, kembali kulihat kau berjalan tertatih memanggul peluh, aku tidak terlalu berharap engkau akan akan gembira dengan tempat yang akan kita tuju, sengaja aku merahasiakan padamu. Untuk Jalan yang Sedang Dibaca, Bambang Saswanda Harahap

Dan kita yang telah menikamnya berulang-ulang. Idiotnya, meski kita telah menyayat-nyayatnya, menaburi lukanya dengan garam sambil nyanyi Genjer-Genjer, kita tidak ggak merasa telah membuatnya koma. Entah berapa bencana lagi dibutuhkan untuk menyadarkan kita.Bumi Sekarat, Presiden Hayat

Sebagai lembaga pendidikan baru, meja dan kursi untuk belajar masih kurang. Tetapi karena belajarnya di dalam masjid, yang perlu kulakukan adalah membuat meja panjang yang cukup untuk dua orang. Kalau murid ada 45 orang, berarti aku cukup memperjuangkan agar ada bantuan 25 meja panjang untuk anak-anak TK/TP Al-Quran. Tapi kemana aku harus mencari dana? Maling dan Ustadz, Imron Supriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000