ceritanetsitus karya tulis, edisi 184 rabu 091209

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

Setiap pagi dengan aroma Den Haag aku berubah menjadi pribadi yang baru. Ada aku yang lain saat bercermin pagi hari. Aku yang tanpa sebagian besar dari aku yang aku benci. Aku yang sebagian besar mengingkari akan aku yang lainnya. Aku yang enggan lagi bicara tentang aku, kamu dia, dan keluargamu. Aku yang sudah muak dengan paradigma aku yang benar dan kaumku yang benar dan aku-aku kuno yang masih ada padaku. Aku, aku, dan aku, Za - Aminatul Faizah

“Betapa tidak adilnya?" kataku dalam hati. Belum genap sehari, nilai saham yang kubeli sudah naik 5 perak/saham. Kalau sebagian sahamku, katakanlah, aku jual 59 lot saja, aku sudah untung sekitar 100 ribu perak. Berapa jam tukang ojek harus bekerja untuk mendapatkan duit 100 ribu perak? Berapa jam seorang pelayan toko harus tersenyum, berdiri dengan sikap sempurna melayani pembeli (si raja yang menjengkelkan itu), untuk mengisi dompetnya dengan selembar uang kertas bergambar Soekarno-Hatta? Seksinya Saham - Presiden Hayat

Di Kotabumi hampir bisa dikatakan aku tak banyak cing-cong. Bukan karena tidak ada kesempatan, tetapi demi menjaga nama baik keluarga paman dan bibi. Apalagi paman sangat kenal dengan Pak Arpani dan beberapa guru lain di sekolah. Kalau sedikit saja aku melanggar aturan sekolah, sudah pasti kabar itu akan segera sampai di telinga paman. Aku tidak ingin kejadian di Metro terulang lagi. Maling dan Ustadz - Imron Supriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000