ceritanetsitus karya tulis, edisi 180 selasa 090915

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sajak Diet Lamunan Berat
Ganjar Sudibyo
penyairpadipecandukata.blogspot.com

Lebih dari setengah musim kemarau ia belajar menyusutkan lamunan berat di perut kepalanya. Seperti seorang dokter piawai akan pasien, ia pun piawai akan dirinya. Dengan sebuah catatan kecil ia coba menulis resep ampuh.

Semusim beranjak, resep telah berulang ia praktikkan di laboratorium di perut kepalanya. Dan sekian lama, ia mendapat aturan pakai di label botol resep. (Dilarang bersajak sebelum dan sesudah melamun!)
2009

Surat Kepada Pangeran

Pangeran mulia,

Kita telah menunggangi kuda-kuda sejati, memanah, menikam bersama.

Kita telah setia menjaga lahan-lahan para petani, rumah-rumah rakyat dari
gerilya musuh, juga lembaran-lembaran wasiat dari bola-bola api.

Kita telah memastikan musuh lari terbirit-birit melihat pasukan kita menggempur dalam bara dan tak mudah dibelah.

Selesailah pertempuran kita.

Namun ingatlah di tidur panjangmu, kita bukanlah pahlawan tanpa tanda jasa.

Salamku, tanah tumpah darahmu.
2009

Tanah Berpasir Juang

Tanah ini bukan tanah biasa, bukan sekedar pijakan manusia belaka. Bukan hanya pelataran tempat lahirnya gedung-gedung , kantor–kantor dan rumah-rumah bertingkat dengan kemegahan. Bukan pula tempat memendam segala yang mati atau hidup. Bukan.

Ini adalah tanah tanpa hiasan-hiasan permadani maya lambang manusia pelupa sejarah.

Ini adalah tanah beratas pasir juang.

Di mana leluhur menaruh cinta pada setiap butirnya.
2009

maka kelam
Herry Sudiyono

Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000