ceritanetsitus karya tulis, edisi 179 sabtu 090829

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sejak sajakmu terjejak dalam barisan serdadu perang desember
kita berhujan-hujan kata, menuruti kayuh sepeda ontel lelaki tua berambut wangi
yang sekali tempiasnya kita terjemahkan bersama
diatas teras rumah orang seberang yang asing
Pituah Lelaki Rambut Wangi pada Malam Puisi Bambang Saswanda

Ketika rambut gembel akan tumbuh --begitulah kata para sumber-sumber lisan-- biasanya anak terserang panas yang tinggi selama beberapa hari. Setelah itu, beberapa helai rambutnya menjadi kusut dan menyatu. Dan anak yang berambut gembel harus diruwat melalui sebuah perayaan ritual; ruwatan rambut gembel. Ruwatan Rambut Gembel Gendhotwukir

Dengan meminjam mobil kijang milik Kholis, aku, Evi dan Zulaiha menemaniku -- -- agar tidak timbul fitnah-- untuk menjemput Indah. Aku juga ingin menjaga nama baikku sebagai guru mengaji dan keluarga besar Mbah Hudi. Kalau aku menggincengnya dengan sepeda onthel, apa kata para tetangga. Pukul 6 pagi, kami bertiga sampai di rumah Pak Wasis. Indah sudah siap di teras depan.. Maling dan Ustadz Imron Supriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000