ceritanetsitus karya tulis, edisi 176 kamis 090604
ikut mailing list
tentang ceritanet
Kita telah gagal nihil modal tersengal sengal dijejal aral mabuk cita-cita sempoyongan melamar kerja hasilnya terjungkal trauma Nganggur, Amir Ramdhani rintik hujan tak menghalangi langkah menyusuri kota tua tempat kita bertemu dahulu menyusuri jalan-jalan kau dan aku pernah singgah kudatangi cafe tempat kau nyatakan kasih kudatangi lapangan bola tempat kau bercengkerama kudatangi tempat latihan gitarmu di mana sering kurasakan getaran mengalun sambil memandang sosokmu Kota Yang Sepi, Dinar Emilda Bu Siska dan Dimas tak lagi terlihat di dalam ruang tamu. Apa mungkin mereka masuk ke kamar utama? Tidak tahu persis apa yang telah terjadi di dalam kamar itu, Dimas pulang dari rumah sebelum Bi Siti datang menjelang subuh. Sementara Bu Siska bangun sudah pukul 7, saat aku hendak berangkat ke sekolah ”Gimana perkembangan Fani dan Ferdi?” tanya Bu Siska saat sarapan bersama. Maling dan Ustadz, Imron Supriyadi
Kita telah gagal nihil modal tersengal sengal dijejal aral mabuk cita-cita sempoyongan melamar kerja hasilnya terjungkal trauma Nganggur, Amir Ramdhani rintik hujan tak menghalangi langkah menyusuri kota tua tempat kita bertemu dahulu menyusuri jalan-jalan kau dan aku pernah singgah kudatangi cafe tempat kau nyatakan kasih kudatangi lapangan bola tempat kau bercengkerama kudatangi tempat latihan gitarmu di mana sering kurasakan getaran mengalun sambil memandang sosokmu Kota Yang Sepi, Dinar Emilda
Kita telah gagal nihil modal tersengal sengal dijejal aral
mabuk cita-cita sempoyongan melamar kerja hasilnya terjungkal trauma Nganggur, Amir Ramdhani
rintik hujan tak menghalangi langkah menyusuri kota tua tempat kita bertemu dahulu menyusuri jalan-jalan kau dan aku pernah singgah kudatangi cafe tempat kau nyatakan kasih kudatangi lapangan bola tempat kau bercengkerama kudatangi tempat latihan gitarmu di mana sering kurasakan getaran mengalun sambil memandang sosokmu Kota Yang Sepi, Dinar Emilda
Bu Siska dan Dimas tak lagi terlihat di dalam ruang tamu. Apa mungkin mereka masuk ke kamar utama? Tidak tahu persis apa yang telah terjadi di dalam kamar itu, Dimas pulang dari rumah sebelum Bi Siti datang menjelang subuh. Sementara Bu Siska bangun sudah pukul 7, saat aku hendak berangkat ke sekolah ”Gimana perkembangan Fani dan Ferdi?” tanya Bu Siska saat sarapan bersama. Maling dan Ustadz, Imron Supriyadi