ceritanetsitus karya tulis, edisi 170 selasa 090120 

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

Aku berdiri dan berjalan ke ujung jalan, menghadang hujan. Menuntaskan rinduku. Empat ibu-ibu pengemis jongkok merapat ke dinding toko yang sudah tutup. Mereka berbagi dua mangkok bubur ayam dan saling bertukar cerita. Tak jelas, tapi aku dengar seorang mengaku kalau sebagian perolehannya dirampas sama preman pasar. Aku berdiri di dekat mereka bukan untuk mendengar cerita mereka, tapi menikmati celoteh suara mereka berharmoni dengan suara hujan. Hujanku Rinduku, Presiden Hayat

Apakah manusia itu Bu Haji?
Apa benar mereka kaum ilahi,
Mengapa mereka banyak yang bunuh diri,
Dukun santet dianggap ayah sendiri.

Meong Pada Bu Haji,
Multama Nazri HSB

Dengan menyerahkan berkas dukungan, teman-teman Genesiss berharap aku tak bernasib sama dengan rekan-rekan lainnya. Hanya karena terlambat membuat pernyataan sikap bersama untuk menolak dikeluarkannya anak-anak Al-Mizan, Genesiss harus kehilangan tiga orang. Walau diberi surat pindah, tetapi dikeluarkan dari sekolah tetap menjadi hal menyakitkan. Maling dan Ustadz, Imron Supriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000