ceritanetsitus karya tulis, edisi 167 selasa 081120 

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

(menit pertama) ku kan bercengkrama dengan nafsu dan turunannya membagi tugas dengan mereka agar aku bersih, suci, dan indah (menit kedua) ku kan berkunjung kepada logika... 3 Menit Menjadi Cinta, Multama Nazri HSB

"Bupati, Kapolres, dan pejabat-pejabat sini melanggani tukang cukur ini lho pak,“ temanku menyakinkan. Mungkin melihat mukaku yang masih berkerenyit-kerenyit dan ragu-ragu melihat tempatnya yang sangat sederhana. Terjepit di sudut segi tiga akibat belokan patah jalan raya, rumah cukur itu --setengah tembok, seperempat papan, dan sekitar seperempat lagi kaca-- punya dua pintu; sebelah kiri dan kanan. Tukang Cukur, Presiden Hayat

Sebagai anak muda yang biasa-biasa saja, aku sebenarnya ingin bergaul dengan siapa saja, walau Mbah Hudi selalu mewanti-wanti  agar aku berhati-hati dalam pergaulan. Desa Ganjar Agung, seperti kata Mbah Hudi, sama saja dengan desa-desa lain; ada setan dan ada malaikat. Dan banyak anak-anak yang menginjak remaja sepertiku mulai mengenal alkohol atau mencuri, entah sandal yang sekedar iseng atau sepeda maupun barang-barang yang bisa dijual untuk beli minuman keras. Maling dan Ustadz, Imron Supriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000