ceritanetsitus karya tulis, edisi 166 selasa 081104 

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

Tiba-tiba aku pingin jadi orang kaya, Amat! Kebelet berat! Seperti sesak berak yang pangkal tainya sudah diujung pantat. Hanya bisa ditahan dalam ketergesaan menuju WC. Hanya tertahankan karena sedang menuju ke penyelesaian. Tapi menjadi kaya tak seperti lari ke WC. Tak ada cara cepat menjadi kaya, lebih parah lagi tak ada kepastian. Orang Kaya Baru, Liston P. Siregar

aku terhenti di separuh malam
menembus muara angan-angan
bercampur aduk
bak rasa yang tak terjamah

akhirnya muncrat seepisode pementasan
lakon laki-laki dengan sorban melingkar
bersama kelam ia begitu manja
bermain dengan kata
begitu mesra

Pertaubatan, Bambang Saswanda

Pekan berikutnya, aku menemui Mbah Hudi di kamarnya, minta dibimbing mengaji setelah Mbah Hudi mengajari Widi dan Cepry. Hari itu juga aku diterima sebagai murid dan memulai dari Surat Al-Baqarah. Beberapa ayat kubaca. Mbah Hudi tak meluruskan; berarti bacaanku benar jadi aku lanjutkan sampai satu maqro’. “Dulu pernah ngaji dimana?” selidik Mbah Hudi usai menutup pengajian. Maling dan Ustadz, Imron Supriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000