ceritanetsitus karya tulis, edisi 165 selasa 081007
ikut mailing list
tentang ceritanet
sebuah kata terlahir dengan pijar tanah berjalin di akar-akar yang mengintip kepada cahaya di luar, (tuliskan sesuatu, ucapmu, tuliskan apa saja bila kita tak lagi bisa) Nu, sungguh kita tak lagi bisa…sebuah kata, Herry Sudiyono “Kalau mau beli mobil tinggal gesek aja dong,“ iblis konsumtif di otakku yang menyambut ketika 2 orang marketing kartu kredit datang menemui di kantor. Mereka bilang kalau sampai disetujui, limit kreditnya bisa sampai 200 juta. Seksinya kartu kredit platinum dan bayangan orgasme berbelanja, hilir mudik menggoda dan meracuni akal sehatku. Dan bukan sekedar soal belanja saja, ada juga bau kredibilitas. Kartu Platinum, Presiden Hayat Perjalanan melelahkan menyeberang ke Pulau Sumatera sama sekali tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Juga tak pernah aku membayangkan bagaimana puluhan mobil bisa masuk ke dalam kapal dan tidak karam ke dasar lautan. Pikiran yang bodoh karena baru kali itu kulihat puluhan mobil masuk ke dek kapal paling bawah. sementara di atasnya untuk mobil-mobil pribadi yang lebih kecil.Maling dan Ustadz, Imron Supriyadi
sebuah kata terlahir dengan pijar tanah berjalin di akar-akar yang mengintip kepada cahaya di luar, (tuliskan sesuatu, ucapmu, tuliskan apa saja bila kita tak lagi bisa) Nu, sungguh kita tak lagi bisa…sebuah kata, Herry Sudiyono
“Kalau mau beli mobil tinggal gesek aja dong,“ iblis konsumtif di otakku yang menyambut ketika 2 orang marketing kartu kredit datang menemui di kantor. Mereka bilang kalau sampai disetujui, limit kreditnya bisa sampai 200 juta. Seksinya kartu kredit platinum dan bayangan orgasme berbelanja, hilir mudik menggoda dan meracuni akal sehatku. Dan bukan sekedar soal belanja saja, ada juga bau kredibilitas. Kartu Platinum, Presiden Hayat
Perjalanan melelahkan menyeberang ke Pulau Sumatera sama sekali tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Juga tak pernah aku membayangkan bagaimana puluhan mobil bisa masuk ke dalam kapal dan tidak karam ke dasar lautan. Pikiran yang bodoh karena baru kali itu kulihat puluhan mobil masuk ke dek kapal paling bawah. sementara di atasnya untuk mobil-mobil pribadi yang lebih kecil.Maling dan Ustadz, Imron Supriyadi