ceritanetsitus karya tulis, edisi 165 selasa 081007 

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sajak sebuah kata
Herry Sudiyono
sebuah kata terlahir dengan pijar tanah berjalin di akar-akar yang mengintip kepada cahaya di luar, (tuliskan sesuatu, ucapmu, tuliskan apa saja bila kita tak lagi bisa)
Nu, sungguh kita tak lagi bisa…

di beranda
selarik cahaya singgah di beranda
ketika kau tertegun oleh sebuah kata yang purba –seperti terdengar derak patah
sesaat lalu kau memercik
larut pada cuaca

penggalan
atau sebait “halo, siapa?” menjuntai di antara kabut yang tersesat dan lampu-lampu telah padam
ketika sebuah jejak pulang ke horizon, arah yang menyepi

kembali malam kepada kita
kembali malam kepada kita, tanpa nama,
tanpa ketuk di pintu, di pesiangnya jelaga di kaca lentera
-sebaris firman mengembun ketika bertanya kenapa,
kau tak bisa berkata


Tulisan Lain
Kartu Platinum
Presiden Hayat

Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi


ceritanet©listonpsiregar2000