ceritanetsitus karya tulis, edisi 163 senin 080909 

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sajak Mak, Kutuk Aku Jadi Orang Kaya
Bambang Saswanda

Mak... kutuk saja aku
Sebelum uang sekolah melumat anganku
Sebelum guru menghukumku
Karena tak mampu beli buku

Mak cepat kutuk aku
Masa depan terlalu buram untukku
Seperti memacu dalam mimpi
Saat terbangun kuda hilang aku tak sampai

Aku anak nelayan
Hidup dari lautan
Mengais nyata ditanah mimpi
Tak mampu itu tak mampu ini,

Aku anak nelayan
Sedikit harapan
Aku anak nelayan
Banyak ketakutan

Mak kutuk saja aku
Biar cepat biar mudah
Bebas biaya uang sekolah

Doa Emak diatas perahu :
“Ya Tuhan, anakku yang tidak durhaka,anakku yang miskin ingin sekolah. Dengan ini kukutuk menjadi orang kaya, biar tak susah beli buku, tak susah ini itu. Amin."
"Jangan lupa Tuhan ampuni dosaku yang tega mengutuk anakku.
."

Innalillahiwainnailaihi Rojiun

di ujung tiang biduk tua
tersembul ketidak pastian
mengayuh dan mengayuh
sampai patah kayuh

lamat-lamat riak berombak
mengamuk dengan sepasukan angin
terlunta-lunta nasib di tengah lautan
hidup ditanggung-tanggungkan

persinggahan turut benam
karang menghitam
mata kail tersangkut di mata
jala telah pula lupa terbawa

sejauh jauh ia berlari
sedekat dekat ia menanti
terbayang wajah istri terlentang di dipan
ditunggui anak yang membaca yasin

innalillahiwainnailaihi rojiun
bapak mati dibenam
ibu mati terdiam
tinggal anak bersama angan

doa didendangkan
yatim piatu menggigil
jenazah ditanam
air mata membasah nisan
***


Tulisan Lain
Awan Mendung Awan Harapan

Elmi Zulkarnain


Maling dan Ustadz
Imron Supriyadi


ceritanet©listonpsiregar2000