ceritanetsitus karya tulis, edisi 161 rabu 080806 

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku
kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sajak Gerimis di Rongga Tulang
E.M. Yogiswara

gerimis terperangkap di rongga tulang
rinainya seperti garis yang tertutup debu
beku. tak ada raga terahasiakan
dari matahari yang kehilangan apinya

matahari kehilangan api
namun kita memburu wajah. hitam
melampui dahaga pada sinarnya

sinar kehilangan silaunya
mendung telah disulam
di malam yang memintal aroma rupa

aroma rupa menyetubuhi bebatuan
menjelajahi tanah yang terkikis mata
debu ragu pun menangkap kekal
: gerimis di rongga tulang. terperangkap

 

Debar Tulang
detik-detik di debar tulang
tulang memicu jantung melintasi jalurnya
di jalurnya nadi tak jenuh membersihkan nada
nada tak juga sampai pada suaranya

Rak Tulang
Rak-rak tulang mengerak
menutup ruang tiada berbatas
angin menitipkan sisa debu pertempuran
yang kalah merebut api matahari

api matahari tak pernah berkisah
apalagi menemukan panasnya
sama seperti bulan
yang enggan menanggalkan malam
dari gelapnya

dari gelapnya diri diketemukan
sebelum fajar mengambil embun
dari sisa daun kering yang jatuh ke tanah
: malam tak pernah lelah
menanti terbitnya matahari

terbit matahari tak ranum di tangan pendosa
karena subuh sudah ia rekatkan di ranjang

di ranjang rak tulang berderak
menghitung ruang terlepas di lorong waktu
sendiri. tanpa membuahi riwayat kehadiran kaki
***


Tulisan Lain
c
erpen
Langit-langit Hati
Pinasti S. Zuhri


ceritanet©listonpsiregar2000