ceritanetsitus karya tulis, edisi 161 rabu 080806
ikut mailing list
tentang ceritanet
gerimis terperangkap di rongga tulang rinainya seperti garis yang tertutup debu beku. tak ada raga terahasiakan dari matahari yang kehilangan apinya matahari kehilangan api Gerimis di Rongga Tulang - E.M. Yogiswara Aku ingin melihat kala langit gelap, merasakan guruh dan guntur menggetarkan kaki, menjadi saksi lenyapnya matahari dan hadirnya bulan, menyaksikan orang-orang pergi, dan terpaku sendiri di kaki malam. Adakah suara kejenuhan meluruhkan perasaan? Sekarang yang kulakukan hanyalah menunduk, menghempaskan tubuh pada sebuah angan. Keramaian ini adalah duniamu, jangan berlari, rangkullah kepenatan dalam suaramu. Langit-langit Hati - Pinasti S. Zuhri
gerimis terperangkap di rongga tulang rinainya seperti garis yang tertutup debu beku. tak ada raga terahasiakan dari matahari yang kehilangan apinya matahari kehilangan api Gerimis di Rongga Tulang - E.M. Yogiswara
Aku ingin melihat kala langit gelap, merasakan guruh dan guntur menggetarkan kaki, menjadi saksi lenyapnya matahari dan hadirnya bulan, menyaksikan orang-orang pergi, dan terpaku sendiri di kaki malam. Adakah suara kejenuhan meluruhkan perasaan? Sekarang yang kulakukan hanyalah menunduk, menghempaskan tubuh pada sebuah angan. Keramaian ini adalah duniamu, jangan berlari, rangkullah kepenatan dalam suaramu. Langit-langit Hati - Pinasti S. Zuhri