ceritanet
                                      situs karya tulis, edisi 158 selasa 160608

sampul
esei
sajak
laporan

cerpen
novel
memoar
komentar

terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sajak Sebuah Kata
Herry Sudiyono

sebuah kata terlahir dengan pijar tanah berjalin di akar-akar yang mengintip kepada cahaya di luar, (tuliskan sesuatu, ucapmu, tuliskan apa saja bila kita tak lagi bisa)
Nu, sungguh kita tak lagi bisa…

di beranda

selarik cahaya singgah di beranda ketika kau tertegun oleh sebuah kata yang purba –seperti terdengar derak patah, sesaat lalu kau memercik, larut pada cuaca

 

penggalan

atau sebait “halo, siapa?” menjuntai di antara kabut yang tersesat dan lampu-lampu telah padam ketika sebuah jejak pulang ke horizon, arah yang menyepi

 

kembali malam kepada kita

kembali malam kepada kita, tanpa nama,
tanpa ketuk di pintu, di pesiangnya jelaga di kaca lentera
-sebaris firman mengembun ketika bertanya kenapa,
kau tak bisa berkata

Tulisan Lain
memoar Peradaban Setengah Kota di Prabumulih
BuRuli

laporan Ke Filipina Aku Bepergian
Ani Mulyani

ceritanet©listonpsiregar2000