sampul esei sajak laporan
cerpen novel memoar komentar
terbitan edisi lalu daftar buku kirim tulisan
ikut mailing list tentang ceritanet
setelah puisi ini aku bacakan akan ada hati yang berdarah sebab ia kubacakan dengan napas tersengal dan ditulis dari tinta darah dan perahan air mata yang dirangkai dari sisa kejujuran yang tergali dari kesadaran. Setangkai Puisi Di Malam Bulan Separuh, Andhika Mappasomba Baso Alang Bagaimana rasanya menyaksikan sebuah film yang mengambil setting di tempat kita tinggal? Antusias. Begitulah yang kurasakan saat menyaksikan film Sex and the City, yang memang heboh dan laris itu. Aku tak pernah menyaksikan serial Sex and the City saat diputar di stasiun TV kabel HBO, antara tahun 1998 sampai 2004. Sex and The City di New York City Maya Maniez
setelah puisi ini aku bacakan akan ada hati yang berdarah sebab ia kubacakan dengan napas tersengal dan ditulis dari tinta darah dan perahan air mata yang dirangkai dari sisa kejujuran yang tergali dari kesadaran. Setangkai Puisi Di Malam Bulan Separuh, Andhika Mappasomba Baso Alang
Bagaimana rasanya menyaksikan sebuah film yang mengambil setting di tempat kita tinggal? Antusias. Begitulah yang kurasakan saat menyaksikan film Sex and the City, yang memang heboh dan laris itu. Aku tak pernah menyaksikan serial Sex and the City saat diputar di stasiun TV kabel HBO, antara tahun 1998 sampai 2004. Sex and The City di New York City Maya Maniez
Terbitnya Majalah Kebudayaan Musi Terus Mengalir oleh Komunitas Kalidoni menjadi kabar menggembirakan. Terlepas dari mana sumber dananya, wadah pengembangan kreatifitas penulis dan seniman itu merupakan ruang besar bagi tampilnya nama-nama baru di jagad tulis Palembang. Musi Terus Mengalir M. Arpan Rachman Penyanyi cantik berbaju minimalis itu mendatangi meja kami begitu istirahat dimulai. “Nyanyi lagi ya bang nanti. Tapi samaku.” Aku hanya menggeleng. Teman yang duduk disebelahku beranjak dari kursinya, menawarkan segelas long island, dan mem-fait accomply penyanyi itu untuk menggantikan dia duduk disebelahku. Ketika Syukur datang dari Sebuah Pub Presiden Hayat
Terbitnya Majalah Kebudayaan Musi Terus Mengalir oleh Komunitas Kalidoni menjadi kabar menggembirakan. Terlepas dari mana sumber dananya, wadah pengembangan kreatifitas penulis dan seniman itu merupakan ruang besar bagi tampilnya nama-nama baru di jagad tulis Palembang. Musi Terus Mengalir M. Arpan Rachman
Penyanyi cantik berbaju minimalis itu mendatangi meja kami begitu istirahat dimulai. “Nyanyi lagi ya bang nanti. Tapi samaku.” Aku hanya menggeleng. Teman yang duduk disebelahku beranjak dari kursinya, menawarkan segelas long island, dan mem-fait accomply penyanyi itu untuk menggantikan dia duduk disebelahku. Ketika Syukur datang dari Sebuah Pub Presiden Hayat