Setelah beberapa lama, Putri berkata lagi, "Apakah kamu tau tentang partai kami?"
Lia menjawab, "Saya tahu anggota-anggota Partai Pemuda Indonesia adalah orang-orang yang idealis."
"Benar. Tapi pengaruh kami tidak luas, cuma di kalangan pemuda dan intelektual yang mendapati dirinya tidak bisa bekerja sama dengan pemerintah kita yang sekarang."
"Kami berharap kalau Lia mau berjuang bersama kami, partai ini akan mendapatkan suara yang lebih banyak dalam pemilu yang akan datang. Dari komentar Lia di KBRI, saya merasa ide, visi dan misi kita sejalan."
"Kalaupun saya setuju bergabung, apa yang bisa saya lakukan? Saya kan tinggal di Singapura," tanya Lia.
"Rapat partai telah membicarakan tentang hal ini," kata Putri. "Rinciannya akan saya uraikan nanti setelah kamu setuju bergabung. Pada dasarnya kami berharap mendapatkan semacam pernyataan publik bahwa kamu mendukung perjuangan partai. Selanjutnya kita, yaitu kamu dan partai, bisa mengadakan semacam tanya jawab serta diskusi secara online di website. Saya dengar kamu dan putrimu akan ke Indonesia bulan depan?"
"Scientists should really review the theory of light." kata Lia.
"Pardon?" tanya Putri.
"Maaf, bicara saya ngelantur," jawab Lia sambil menggerutu hati dia, but i am very certain news travels faster than light these days.
"Kami sangat berharap sewaktu berkunjung ke Indonesia, Lia bisa menyisihkan sedikit waktu untuk bersama kami mengadakan beberapa kunjungan dan pertemuan dengan masyarakat menjelang pemilu. Cuma itu saja, selebihnya seperti saya katakan tadi bisa kita lakukan lewat email atau via telepon."
Tapi kemudian Putri berkata perlahan: "Namun sebelumnya saya harus menjelaskan bahwa partai ini adalah parpol kecil. Dana operasional dan kampanye kami tidak banyak. Kami tidak bisa menawarkan instentif yang...'
"Saya tidak memikirkan masalah bayaran." Lia memotong.
Putri mengangguk, seolah-olah mengetahui Lia akan berkata seperti itu.