ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 155
minggu 040508

edisi 155 Hati, Indonesia, dan Presiden

Lelaki dan bocah itu mendaki gunung yang teramat tinggi. Mereka membawa air minum satu liter dalam sebuah bambu yang mereka selipkan di pinggang. Bocah itu gagu, dan pakaiannya sangat berantakan. Sementara lelaki itu pakaiannya rapi. Mulutnya lancar bicara, sehingga dia dapat menciptakan surga yang indah di mulutnya... Hati dan Tetes Air, Anton bae bin Yazid Amri

Kami waktu itu di perkampungan Maryina Rosya. Orang tua  saya bekerja di pabrik sedangkan saya sepanjang hari duduk di jendela melihat anak-anak lain bermain di pekarangan. Di taman kanak-kanak tidak ada tempat bagi saya dan saya tidak dibiarkan pergi sendirian ke pekarangan karena perkampungan itu dipandang tidak aman. Indonesia,
Andrei Evplanov (diterjemahkan oleh Victor Pogadaev)

 Dua hari kemudian sesuatu...atau tepatnya seseorang, yang akan mengubah hidup Lia selamanya, muncul. Siang itu Lia sedang berusaha keras menidurkan Mayka. Ini dia anak energizer, pikir Lia, energinya tidak pernah habis. Tidur saja tak mau. Main terus pantang mundur. Salah satu usahanya untuk membuat Mayka tidur siang adalah membacakan salah satu buku kesayangannya, Mister Seahorse karangan Eric Carle. Ibu Presiden, Tirzah

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet
ceritanet©listonpsiregar2000