ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 153
selasa 010408

edisi 153; Yang Selalu Duduk

Saat itu, aku tertegun, memandangmu, wajah mempesona yang sendu. Kau duduk di kursi memandang ke luar jendela, seakan ingin melemparkan hasrat hidupmu di sana. Berteman dengan kebebasan burung-burung atau angin yang berhembus kemana saja. Wajahmu putih nampak pucat –aku ingin membasuh mukamu dengan air hangat dan handuk tebal yang empuk- dan bibir tipis yang selalu mengatup beku. Gadis Yang Selalu Duduk di Kursi dan Memandang ke Luar Jendela, Han Gagas.

entah, kebencian tak pernah punah
diarwahi dendam paling jahanam
tanpa rasa dosa sadis membunuh
membabat sekelebat kedamaian

Total Kriminal, Amir Ramdhani

Bagaimana seorang ibu rumah tangga bisa menjadi presiden salah negara berpenduduk terpadat di dunia? Jawabannya keberuntungan, atau mungkin kesialan? Semuanya diawali dengan kisah seorang ibu rumah tangga bangsa Indonesia yang menikah dengan pria Inggris dan tinggal di Singapura. Ibu itu datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura untuk mengurus visa putrinya yang berumur 3 tahun. Ibu Presiden, Tirzah

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet
ceritanet©listonpsiregar2000