edisi 153; Yang Selalu Duduk
Saat itu, aku tertegun, memandangmu, wajah mempesona yang sendu. Kau duduk di kursi memandang ke luar jendela, seakan ingin melemparkan hasrat hidupmu di sana. Berteman dengan kebebasan burung-burung atau angin yang berhembus kemana saja. Wajahmu putih nampak pucat –aku ingin membasuh mukamu dengan air hangat dan handuk tebal yang empuk- dan bibir tipis yang selalu mengatup beku. Gadis Yang Selalu Duduk di Kursi dan Memandang ke Luar Jendela, Han Gagas.
entah, kebencian tak pernah punah diarwahi dendam paling jahanam tanpa rasa dosa sadis membunuh membabat sekelebat kedamaian Total Kriminal, Amir Ramdhani
Bagaimana seorang ibu rumah tangga bisa menjadi presiden salah negara berpenduduk terpadat di dunia? Jawabannya keberuntungan, atau mungkin kesialan? Semuanya diawali dengan kisah seorang ibu rumah tangga bangsa Indonesia yang menikah dengan pria Inggris dan tinggal di Singapura. Ibu itu datang ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura untuk mengurus visa putrinya yang berumur 3 tahun. Ibu Presiden, Tirzah
sampul esei sajak laporan cerpen novel memoar komentar terbitan edisi lalu daftar buku
kirim tulisan
ikut mailing list