ceritanet                                                      situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 152
senin 170308

kafilah 1
Herry Sudiyono
di perigi tua kau membasuh wajah –alang-alang berbisik tentang sebuah jejak yang hilang.
apakah pulang, kau bertanya, hanya sebentuk erang yang kian memutih?
sebilah detik terjatuh dan menepi pada batu yang bermimpi hikayat api.
apakah akar perjalanan?

kau tecekat ketika udara menusuk-nusuk dengan lengking yang buta. bergegas kita, ucapmu, menyingkir dari rindu yang getir.

kafilah 2
di perigi tua kau membasuh wajah.
terasa ada yang tanggal meski kau tak tahu apa,
meski kau bergegas ke sebuah cuaca
ada yang tinggal dan terus menyapa…

senja
sesuatu sekejap lengang,
dan kaupun risik
dengan warna-warna kirmiji

maka kelam
maka kelam akan pulang kepada matahari
di mana
ia
tiada

***

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

Krupuk dan Pemerintah
Presidem Hayat

13 Abad dan Sriwijaya Bangkit Lagi
T. Wijaya bin M. Bachtiar

ceritanet©listonpsiregar2000