ceritanet                                                                            situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 151
senin 030308

sajak Pemimpin Perang Memimpin Negara
-buat Status Quo

M. Arpan Rahman

sekarang rasanya
sungguh tak sabar
menunggu hitungan waktu
menuju hari terakhir
menanti ujung kehidupan
bekas tentara itu
demi tegaknya keadilan
di muka bumi yang damai ini

Hiduplah Indonesia Raya
bagimu negeri, jiwa raga kami...

harusnya begini, pemimpin negara
bukan pemimpin perang
lantaran banyak pemimpin perang
berubah jadi diktator
ketika dibiarkan memimpin negara

ketika sudirman sudah jadi jalan
dan soekarno telah menjelma patung, bandara,
dan selembar Rp100 ribu rupiah
akan jadi apakah soeharto?

kawanku, ada beda suara
antara menarik urat leher komando
dengan diplomasi seucap pidato
yang satu harus tegas, yang lain bisa gagap
dalam komando tak ada dialog
di tengah diplomasi boleh menyela interupsi

tapi, ayolah, siapa yang takut datang ke DPR?

“Suara dibungkam, kritik dilarang, dituduh subversif
mengganggu keamanan,” kata seorang penyair
yang hilang.

Sastrawan yang dipenjarakan seorang tentara menulis,
“Soeharto menyelewengkan kekuasaan sejak hari pertama.”

dipimpin negara mestinya bukan macam memimpin perang
dan detik hari terakhir itu, kawanku, pasti datang.
***

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

esei Meratapi Permainan Tradisional
Gendhotwukir

cerpen Memilih-milih Lapar
Anton Bae bin Yazid Amri bin Abdul Kohar

ceritanet©listonpsiregar2000