edisi 149: Setengah Tiang?
Begini tulisannya: “Yang baru meninggal ini adalah penjahat kemamusiaan, di mana lebih dari sejuta orang dibunuh, dipenjara dan dibuang tanpa pengadilan, dan sebagian besar masih menderita sampai sekarang. Di Jerman yang modern dan demokratis pun, menunjukkan respect pada Hitler adalah sebuah aib bahkan sebuah kejahatan. Karena bagi penjahat kemanusiaan, di dunia ini tidak ada ampunan. Kakek-kakek pikun eks Nazi sekalipun akan terus diburu ke seluruh dunia hingga sekarang. Dan dunia yang beradab bisa memahami itu.”Gumamam terhadap Soeharto, R. Yando Zakaria
Sebenarnya ada rasa sedih, sedih menerima urusan peninggalan Soeharto yang akan dilupakan, sedih melihat pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan Soeharto sebagai pahlawan total, dan sedih menyaksikan media sudah melupakan kekejaman Soeharto dengan liputan tanpa konteks sejak dia masuk rumah sakit. Tiga puluh dua tahun berkuasa dan digulingkan, jelas membuat seseorang tidak mungkin berwajah satu. Soeharto bisa pahlawan dan sama bisanya penjahat kemanusiaan. Saya memilih yang terakhir, persisnya penjahat yang bebas dari hukum. Indepeden kami dan Soeharto, Liston P. Siregar
sampul esei sajak laporan cerpen novel memoar komentar terbitan edisi lalu daftar buku
kirim tulisan
ikut mailing list