ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 148
kamis 170108

edisi 148; Martha, Ani dan Moyank

“Pembunuh!! Pembunuh!!” Aku terdiam. Suara-suara itu begitu memekakkan telinga. Andaikan dapat menjerit tentu aku akan menjerit. Tetapi suaraku tersekat di tenggorokan.  Mungkin sehari lagi, seminggu atau bahkan setahun lagi aku akan mampu berteriak dan menjerit. “Pembunuh!! Pembunuh!!”Negeri Makian, Martha Andival

Kulayangkan pandangan sesaat dari jendela pesawat ke laut lepas di Selat Makassar. Ssungguh indah, diantara kilang-kilang minyak yang bertebaran nuansa teknologi modern masih dapat  kulihat birunya air laut. Pagi itu untuk pertama kali aku menginjakkan kaki di tempat nan indah di ujung Timur Kalimantan. Dia, Ani Mulyani

katakan kepadaku:
manakah yang kau suka?
haruskah kuhancurkan tubuhmu
berulang di atas ranjang
atau membiarkan waktu habis
dalam cerita sampai pagi tiba?

Habis Cerita, Moyank

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet
ceritanet©listonpsiregar2000