ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 147
kamis 030108

     edisi 148 :Tahun Baru (Manusia Ikan Kawin Dengan Malam)

Manusia yang berpenampilan menarik, anggun, mempesona banyak orang, dan suka pamer, tapi memakan apa saja --sehingga membuat kejutan karena kontradiksi penampilan dan cara makannya-- dapat dibaratkan Semah. Kelemahan manusia ini, sama seperti Semah, mereka gampang ditaklukan, lantaran tidak jagoan, atau hanya mengandalkan daya tarik fisik.Lalu, yang suka menunjukkan dirinya jagoan dan memakan apa saja. Kian besar kian rakus dan kian jagoan, serta tidak peduli dengan penampilan maupun lingkungan. Inilah manusia Gabus atau Toman. Wong Sumsel dan Ikan - T. Wijaya bin M Bachtiar

 

“No!” Dia menggeleng.
“They love me because I’m rich! “ lanjutnya dengan mimik serius. Spontan, aku tertawa terbahak-bahak. Pastilah dia sedang bergurau. 
“Harta leluhurku cukup untuk tujuh turunan.“ Matanya menatapku.
“Dulu,“ lanjutnya,
Dia masih menyajikan raut muka serius. Aku belum mengerti inti pembicaraan. Masih mengambil posisi tetap serius untuk tidak terlalu serius. 
Kawin Tidak Kawin - Presiden Hayat

Maka kuingatkan, jika engkau ingin menyambangi malam, siapkanlah tinta putih sebanyak-banyaknya untuk kau gunakan melukis di kegelapan langit, membuat garis diantara jajaran bintang-bintang, dan membuatkan sayap pada bulan supaya bisa kau minta untuk datang sebentar menyampaikan salam padamu. Kau akan tahu sebenarnya betapa akrabnya dirimu dengan malam yang telah kau bubuhi tinta putih itu, bahkan setelah kau pahami itu, kuyakin tak sedetikpun kau ingin menjauh dari lukisanmu itu.
Innerbeauty of The Night - Ronny P. Sasmita

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet
ceritanet©listonpsiregar2000