ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 144
kamis 200907

edisi 144 - 3 Cerita

Beberapa orang sakti yang merupakan utusan dari suku Rui yang berada di dekat gunung Dempo, suku Kun dari pesisir Timur Sumatra, dan suku Nang dari pesisir Barat Sumatra, berkumpul di bukit Siguntang, yang dikelilingi rawa-rawa namun kaya dengan sumber makanan seperti burung, ikan, kijang, babi, tumbuhan, serta aman dari berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus, seperti yang sering terjadi di pesisir Barat Sumatra, pesisir Timur Sumatra, dan sekitar gunung Dempo. Sriwijaya, T. Wijaya

Hari ini ulang tahunku. Sisa black forrest, red wine, champagne, dan juga sisa kegembiraan masih berserakan di apartemenku. Oh!  semua itu bakal lenyap tak lama lagi. Si Jahanam itu tahu nomor teleponku. Dia mengirim SMS beberapa detik lalu: “Kamu menikahi Elsa?” Aku belum tahu harus menjawab apa. Segera kumatikan handphone. Jahanam Jahanam, Presiden Hayat

Anak baru! Yup, itulah predikatku. Tapi aku tidak perduli dan dengan langkah ringan menuju lapangan apel pagi, mengambil posisi dibelakang Adi, teman sekamarku. Adi melirik sambil melempar senyum. Sesaat kemudian seorang cewek berkerudung sudah berdiri di depan. Berdirinya tegak, matanya tajam, bibirnya tipis, dan hidungya seperti tidak menghembuskan nafas. Dia komandan apel pagi. Ailla, Aku Rindu, Puti Koja

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

ceritanet©listonpsiregar2000