ceritanet situs karya tulis, po
box 49 jkppj 10210 |
edisi 142 sabtu 180807 |
Meski sejarah mencatat, Belanda menjajah Indonesia 350 tahun lebih namun si penjajah ini masih memiliki sejumlah sisi baik yang mungkin terlupakan. Lewat Daendels --yang dalam buku sejarah Indonesia ditulis sebagai orang kejam-- dibangunlah jalur Pantura yang sekarang digunakan jutaan orang Indonesia dan selalu macet saat lebaran itu, dan masih berfungsi hingga kini. Bukan memuji Belanda, namun mereka memang memiliki pandangan jauh ke depan soal masa depan transportasi Indonesia. Tak hanya jalan raya pantura saja yang dibangun. Belanda juga membangun jaringan kereta api di seluruh Jawa dan sebagian Sumatera. Tak percaya kalau Belanda yang membangun perkeretapian Indonesia? Ini cuplikan sejarahnya dari Wikipedia:
Nah, lebih dari seabad lalu Belanda sudah memulai pembangunan sarana transportasi Indonesia. Mungkin, jika Indonesia tidak keburu merdeka, maka Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Lombok bakal punya jalur kereta api. Mungkin, Belanda menyangka bakal selamanya tinggal di bumi nusantara. Sehingga mereka membangun sarana transportasi sebaik dan serapi mungkin. Kini, sudah 62 tahun Indonesia Merdeka. Jaringan jalan kereta api peninggalan Belanda menjadi milik PT Kereta Api Indonesia. Sayangnya, jangankan mengembangkan dan memperbarui, tapi untuk menjaga peninggalan itu saja bangsa Indonesia sudah kepayahan. Buktinya banyak. Kecelakaan kereta api yang terjadi berulang kali. Tak terhitung berapa kali kereta api di negeri ini anjlok akibat rusaknya rel kereta api. Alasan kurangnya dana mungkin bisa diterima karena memang kebanyakan rel kereta api berusia lebih tua dari pada republik. Namun, kejadian yang terbaru menunjukkan penghuni negeri bernama Indonesia ini benar-benar sableng bin geblek dan jahat luar biasa. Bayangkan, rel kereta api yang melintas di sekitar Grobogan, Jawa Tengah, digergaji. Akibatnya kereta api Gumarang jurusan Jakarta-Surabaya anjlok. Beruntung tidak ada penumpang yang tewas. Mereka cuma benjut-benjut dan menyumpah-nyumpah pelaku penggergajian itu. Saya sempat berfikir. Apa yang ada di benak orang yang menggergaji rel kereta api itu. Apakah dia atau mereka tidak tahu bahwa kereta bisa terguling saat melewati rel yang rusak? Atau mereka tidak tahu kereta api itu mengangkut ratusan penumpang yang punya keluarga yang menunggu di rumah? Saya tidak bisa menemukan jawabannya. Yang jelas mereka itu orang geblek, sableng binti gila. Di jaman Belanda, terutama saat perang kemerdekaan, memang orang Indonesia suka merusak rel kereta api. Tapi tujuannya jelas yaitu menghambat pasokan logistik, persenjataan dan pasukan Belanda. Dan saat itu Belanda pasti hanya tahu rel kereta api hanya bisa dirusak dengan menggunakan bom atau bahan peledak lainnya. Sayangnya, para meneer Belanda salah. Ternyata rel kereta api yang terbuat dari baja itu bisa dikalahkan hanya oleh sebilah gergaji. |
sampul |
ceritanet©listonpsiregar2000 |