ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 141
selasa 070807

sajak Mengiring Jenasah
Gendhotwukir

Dipuja suka, mati muda
Salah dosa belum terkaya
Ria lekat wajah rona
Bahgia terdampar. Di pulau tangisan gema

Iring-iringan mencipta debu lesu
Keruh linangan senja gerimis
Bergegas mengubang kikis

23 cukup. Kenapa tidak 70
atau  80  jika ada daya ?

alun melodikan cerah di depan
pupus membaca harapan
menghenti muda menyapa kematian

manusia senja tersadar
segera kejar kepergian muda
pintu mana, pintu ke sana
ingatan sesak melihat kepergian diri muda

tunggu di balik pintu untuk rindu bertemumu
segera pergi. Mengejar tapak-tapak henti muda.
150403

Di dalam Salib Christi

Di dalam salib
Berkepak ribu rindu menghampiri
Tersedot  pesona nasib suci
Nasib yang termulia karma dihayati
Papah pincang-pincang insani demi

Di dalam salib
Ada cinta terpatri kini
Beribu-ribu, berjuta-juta derita membebani
Tiada lorong-lorong terkunci
Tiada pintu-pintu terapat rapi
Tiada sapa angkuh dalam hati membumi
"Hai, kamu yang berbeban berat datanglah kemari"

Di dalam salib
Terceria laksana putera-puteri
Taman Bapa lapang indah kembang-warna-warni
Tergerak diri agar lekas menari
Tiada terkenang derita fana bumi

Di dalam salib
Kegagalan tersirat kisi-kisi arti
Berlaksa-laksa kegagalan tiba tiada terbagi
Karma terbagi berarti malu diri
Kegagalan kita tak seberat lain insani

Di dalam salib
Derita tidak sendiri
Mengapung terhibur darah suci
Tertebus asal jiwa segera kembali
Mengarungi samuderacinta Christi
Nggendol jumbai kemana pergi

Di dalam  salib
Yang ada hanya satu
Tiada miskin-kaya, putih-hitam, darah merah-darah biru
Perbedaan terkibur liang gali kudu
Berbaris tiada tanya kamu
Karma jiwa di dalam Christi slalu

Di dalam salib
Tiada yang tersembunyi
Dimanapun berada terdapati
Mata Christi membelalak segala tertembusi
Datang keutamaan dengan berserah diri satu memuji

Jumat Agung 180403

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

komentar Indonesia Masih Ada
T. Wijaya

cerpen Prasangka
Nabiha Shahab

ceritanet©listonpsiregar2000