ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 139
rabu 040707

Edisi 139, Kliwon Hujan di Stasiun Kota

Kliwon benar-benar gelisah. Tiba-tiba saja ia selalu ingat mati. Kematian seakan-akan sudah begitu dekat di pelupuk matanya. Apalagi semalam ia bermimpi dua gigi gerahamnya copot. Malam sebelumnya ia bermimpi pula dinikahkan oleh kedua orang tuanya. Kliwon, Mukhotib MD

Malammu telah terlewatkan ketika hujan deras itu menghujam tanah. Kita pun melerai badai perlahan dengan usap. Ratapan menggenang, membasahi sekujur tubuh kita, namun masih dalam gigil ini. Kau di tepi jalan persimpangan, menengadah, menghunus sebilah ketajaman, lidah kelu, namun merapal sesuatu, tak terdengar jelas. Hujan Yang Terlewatkan, Wahyu Heriyadi

keringatkeringat berkembangbiak di sekitar berisik kereta, pagar bangunan tua, rongsokan baja, selalu, kota oleng oleh ombak masih ada yang tak pernah punah: jalanan kerap terperangkap pengap asap menguap beberapa kali menusuk jantung, merobek oksigen bisakah kita bertahan. Stasiun Kota, Amir Ramdhani

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet
ceritanet©listonpsiregar2000