ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 139
rabu 040707

sajak Stasiun Kota
Amir Ramdhani

keringatkeringat berkembangbiak
di sekitar berisik kereta,
pagar bangunan tua,
rongsokan baja.
mobilmobil terus saja berlari di lintasan kaki
tak percaya pada perhitungan nanti.
selalu berdesak
selalu, kota oleng oleh ombak

masih ada yang tak pernah punah: jalanan
kerap terperangkap pengap asap menguap
beberapa kali menusuk jantung, merobek oksigen
bisakah kita bertahan
jakarta, 2004

Tafakur Guru

tanpa memelas
kami mengembara dari kelas ke kelas
bahagia rasanya bersama anak-anak yang manis
tidak bahagia bila ada anak yang malas
dan juga beringas

tapi murid-muridlah guru-guru kami
di mana kami dapat belajar memaklumi
potensi diri tanpa mesti emosi
sabar menanggung lelah
dalam mendidik siswa
supaya kerja tak sia-sia
tunas-tunas bangsa kelak tumbuh berbuah

2005

Ketika Angin Mendesis di Parangtritis
---buat Sonya

ketika angin mendesis di Parangtritis
dan mengemas senja amsal romantis
kala gerimis,
kau mendekatiku dengan ranum senyum manis
terukir di bibir
langkahmu mendesir di pasir
disibak riak ombak
di mana kau-aku sama tak bertolak
simaklah,
gairah merekah di pantai yang rebah,
resah punah,
lalu lusuh segala amarah,
segala sesak karam ke semak-semak karang
    yang dulu matang dipanggang gamang
tapi mengapa kita hanya sebentar bersandar
tanpa kabar, kau-aku terpencar
terhisap keramaian
meliurkan kerinduan
meremas-remas kenangan
2005

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

cerpen Kliwon
Mukhotib MD

cerpen Hujan Yang Terlewatkan
Wahyu Heriyadi

ceritanet©listonpsiregar2000