ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 138
rabu 200607

sajak Fajar di Bibir Ngarai Sianok
Feri Hendriadi

Cerah hati ini kala memandang kau datang
Erat pelukan kasihmu padaku
Seakan tak mau kau lepaskan
Dingin terasa tubuhmu oleh sejuknya udara pagi itu

Wajahmu memancarkan sinar kelelahan
Setelah mengarungi lautan asmara kita
Namun kita tak mau menampakannya
Karena takut akan satu hal
ya kita takut berpisah
aku tahu itu
dan ku yakin kau pun tahu

Perlahan kita mulai melangkahkan kaki di bibir Ngarai Sianok
Itu kali pertama aku memandangmu dengan penuh harapan
Kicau sang pelantun nyanyian rindu pagi
Seakan ingin mengatakan kepada kita
Bahwa mereka tahu kita sedang bahagia

Ingin ku pegang erat tanganmu
Namun hati ini berkata lain
Ingin ku peluk tubuhmu yang tinggi semampai
Sehingga hilang dinginnya udara pagi itu
Yang terasa menusuk ke relung hati hingga ke tulang

Tak terasa jauh sudah kaki melangkah
Hingga kita saling memperhatikan
Seakan ingin mengucapkan bahwa kita sudah di penghujung perjalanan
Kini semua berlalu
Dan hati kita dingin sedingin udara fajar dibibir Ngarai Sianok
Balikpapan, May 1, 2007

Sepanjang Jalan Cinta Kita

Aku terbuai saat kau datang
Aku terkesima saat kau peluk
Kau kecup tanganku yang basah oleh keringat ketidak percayaan
Hampir aku tak pecaya dengan pertemuan ini

Kau tatap mata hatiku…
Aku merasa dalam belaian kasihmu
Sepanjang hariku tak pernah kulupakan
Disaat kau hiasi hari-hari singkat itu

Mata ini susah untuk terpejam
Jika kuingat saat itu….
Berdua kita lalui jalan menuju kediamanmu
Kau peluk aku erat…..sambil kau bisikan kata cinta
Roda kendaraan terasa terlalu cepat berputar
Namun tanganmu erat memeluk tubuhku
Hingga tak terfikir oleh ku akan segalanya
Pertemuan itu membuat aku pasrah
Pasrah dalam segala keinginan kita

Namun aku takut
Takut aku terlena dalam keinginan itu
Ada sesuatu yang tak ingin hilang dari kita
Rasa itu selalu menyertai kita

Keraguan, kerinduan, keinginan tuk bersama
Dan selalu bersama
Hingga kuukir selamanya
Di sepanjang jalan cinta kita
Balikpapan, May 1, 2007

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

sajak Bos, Saya Berhenti Menggergaji Batu
T. Wijaya

komentar AS, Aceh, Malaka, dan Dimanakah Indonesia?
Arsadi Laksamana

cerpen Asing, Atas Nama Pendidikan
Ronny P. Sasmita

ceritanet©listonpsiregar2000