ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 136
jumat 180507

sajak Sajak Buat Gadis Kecilku
Teguh S. Usis

embun itu bermain di pelupuk matamu, gadis kecilku.
ada di sana, sejak kau terjaga pagi tadi.
ah, sudahkah kau bermimpi semalam?
tentang boneka kelincimu. tentang gaun pestamu.
atau, tentang apa saja.

gurauanmu ajakku tersenyum, gadis kecilku.
ada saja ceritamu yang lucu. aku tak tahan menggodamu.
lalu, kau kejar aku dengan langkah kecilmu.
kita sama-sama tertawa.

lambaikan tangan mungilmu, gadis kecilku.
kaupanggil dunia. meski suaramu belum sampai.

bisakah kau jaga adikmu, gadis kecilku?
kauajari dia baca dan nulis.
kalau dia sedikit gemas, tak perlu kaubalas.

bentangkan asamu jauh, gadis kecilku.
perlu, jika kau tak ingin jatuh.
andai pun sedikit tertatih, kau tak perlu cemas.
ada aku dan bundamu yang menjaga.
jakarta, 2 april 2007

 

Duhai Sang Waktu

pintaku tak banyak, duhai sang waktu.
benamkan saja aku ke dalam pusaranmu.
biar mengalir lelah. biar tanggal penat.

tak bisakah kau penuhi inginku, duhai sang waktu?
sebentar saja, hanya sebentar.
aku cuma ingin menganyam rindu,
jadi permadani cintaku.
lantas kutautkan pada sampiran pilu hatiku

sungguh, aku tak ingin cengeng, duhai sang waktu.
kalau pun ada air mata, biarlah hanya segaris di pipi.
(perahumu, duhai sang waktu, jangan terlalu cepat berlayar)

jakarta, 2 april 2007

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet

esei
Krisis Ideologi Perfilman Nasional
Imron Supriyadi

cerpen Sonya Abednego Afriadi

ceritanet©listonpsiregar2000