ceritanet                              situs karya tulis,  po box 49 jkppj 10210 
edisi 135
sabtu 280407

Edisi 135; Sayap, Kathedral, dan My Body

Matamu mulai bersayap dan terbang menuju terang. Aku terheran menatapmu, begitu cepatnya kau berubah. Dalam lekas. Kau siapkan kopor untuk dijejalkan pakaian, celana dalam, kutang berenda. Ada sesuatu yang terlupa, kau mulai memikirkanya, apa gerangan, teringatlah kembali. Seutas tali yang melingkar di pinggang, lalu wewangian yang selalu melekat di tubuhmu. Lelaki Yang Ingin Mata Kekasihnya Bersayap, Wahyu Heriyadi

Wadak lungsuh susuh menyudut di sela-sela jeruji
Pesona bibir terkatub mantup menggigil
Tanah berpijak bosan dan enggan  membau buah kuldi
Pintu angan tak terbuka untukmu yang dekil
Di Muka Kathedral,
Gendhotwukir

Aku sedang sedikit batuk. Suaraku serak-serak, dan tenggorokan rasanya jadi bendungan dahak. Gatal sekali rasanya. Ingin berdehem-dehem terus. Meskipun begitu, ternyata ada sisi baiknya juga: aku jadi punya waktu berdialog dengan tubuhku sendiri. Tubuh yang selalu setia mengantar kemana pun aku pergi. Sudah lebih dari tiga puluh tahun dia bersamaku, tapi jarang sekali aku ajak dia berdialog. Interview With My Body, Presiden Hayat

sampul
esei
sajak
laporan
cerpen
novel
memoar
komentar
terbitan
edisi lalu
daftar buku

kirim tulisan

ikut mailing list

tentang ceritanet
ceritanet©listonpsiregar2000